Thursday, October 30, 2008

POLANTAS



Polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat. Begitu bunyi tulisan di pos polisi yang sering kita jumpai. Tapi sebagai manusia, polisi juga sering berbuat salah. Setiap ada urusan yang melibatkan polisi pasti jadi rugi. Laporan kehilangan malah keluar uang, lapor ada pencurian malahan jadi rugi dua kali. Yah, begitulah gambaran umum di masyarakat tentang citra polisi. Malah pernah saya dengar kalau ada dua polisi yang tidak senang uang, yang pertama polisi tidur dan yang kedua patung polisi.
Karena banyak teman yang berprofesi sebagai polisi saya cenderung malah prihatin dengan anggapan demikian. Pernah suatu hari, saya dan istri sedang makan batagor di depan pasar Cibinong, kebetulan batagor yang paling enak (menurut kami) di Cibinong, kebetulan bareng dengan beberapa anggota polisi yang kelihatan masih muda. Setelah ngobrol, saya menanyakan mengapa pedagang dibiarkan berjualan ke badan jalan. Ternyata jawabannya cukup membuat saya kagum. Rupanya mereka juga tidak bisa berbuat banyak, karena pemda Kabupaten Bogor seolah membiarkannya. Mereka bilang kewenangan melarang pedagang berjualan di badan jalan merupakan tugas tramtib. Mereka mengatakan karena ulah pedagang dan sopir angkot yang berhenti sembarangan menyebabkan kemacetan. Memang sepanjang jalan pasar Cibinong hampir setiap hari macet. Mereka juga mengatakan bahwa sebenarnya mereka kasihan dengan para karyawan yang terlambat pulang ke rumah karena macet. Jadi, sebenarnya polisipun memikirkan kita. Mendengar hal tersebut saya sangat terkesan sekali. Ternyata mereka benar-benar memikirkan kenyamanan kita pengguna jalan. Makanya jangan apriori dulu dengan polisi.
Pengalaman lain lagi dengan polisi adalah pada saat Bogor kedatangan tamu negara, Presiden Amerika Serikat, George Bush. Sehari sebelum kedatangan si Bush, seluruh pihak ikut repot. Maklum katanya Ki Gendeng Pamungkas mau nyantet. Sepanjang jalan tol saya melihat anggota TNI menyisir pinggiran tol. Kemudian sejak pintu keluar tol Cibinong di sterilkan. Nah, kebetulan saya pulang dari kantor sudah malam. Ketika keluar tol Cibinong, mobil saya di stop oleh polisi yang sedang razia. Setelah menunjukkan surat-surat kendaraan mereka minta izin untuk melihat bagasi. Karena sering mendengar ada polisi yang iseng menyelipkan narkoba ke dalam mobil, maka saya ikutan turun melihat proses pemeriksaan bagasi. Setelah melihat bagasi, polisi kaget melihat banyak dus sepatu di bagasi mobil. Salah seorang polisi berpakaian preman menanyakan isi dus-dus tersebut. Dengan santai saya bilang kalau dus tersebut berisi sepatu. Karena jumlahnya banyak dan beberapa masih baru mereka tanya macam-macam. Apakah saya jualan sepatu dan apakah sepatu tersebut dilengkapi dengan ‘surat-surat’. Saya jadi heran dengan pertanyaan mereka, sejak kapan punya sepatu harus ada surat-suratnya. Karena pertanyaannya sudah mengada-ada, saya jadi ikutan marah ke polisi tersebut. Saya bilang, bukannya razia ini cuma prosedur pengamanan untuk tamu negara masak segala sepatu saja di permasalahkan. Untungnya ada seorang polisi yang masih waras dan menengahi kami. Akhirnya dengan dongkol saya pergi meninggalkan mereka.
Beberapa waktu lalu Kapolres Bogor yang baru menempati jabatannya. Kebijakan beliau adalah menertibkan pengguna jalan yang tidak tertib berlalu lintas. Akibatnya di sepanjang jalan raya pemda sering dilaksanakan razia. Banyak memang yang tertangkap karena berkendara tidak dilengkapi dengan surat dan tidak menggunakan helm. Hasilnya juga bagus, karena setiap malam sudah tidak ada lagi ajang balapan liar. Memang perilaku masyarakat Cibinong kurang tertib. Banyak anak sekolah yang kebut-kebutan dengan motor. Padahal kecelakaan sudah banyak terjadi karena kebut-kebutan di jalan, bahkan beberapa ada yang meninggal dunia. Namun tetap saja mereka tidak pernah kapok. Beberapa spanduk besar di pasang di jalan raya pemda. Bunyinya “BALAPAN LIAR, BAKAR !!”. Lengkap dengan cap Polres Bogor dan LPPM Kabupaten Bogor yang mewakili suara masyarakat Cibinong. Sepi. Tidak ada lagi ajang balapan liar.
Saya dengar kalau kebijakan kapolres yang baru sungguh brilian. Setiap polantas harus menerbitkan dan menyetorkan minimal empat surat tilang setiap harinya. Memang tujuannya agar memberikan efek jera bagi para pengendara kendaraan bermotor yang tidak tertib. Disisi lain juga untuk mengurangi main mata antara Polantas dengan masyarakat yang kena tilang. Akibatnya banyak polisi yang main tilang hanya untuk mengejar setoran ke komandannya.
Suatu hari di Polres Bogor ada seorang Bapak yang marah-marah sambil menenteng helmnya. Rupanya dia kena tilang oleh salah seorang anggota Polantas. Setelah tiba gilirannya sidang ditempat, Komandan polisi yang menanganinya menanyakan;

Komandan : “Bapak kenapa marah-marah ?”
Si Bapak : “Masak saya kena tilang, Padahal saya sudah bawa helm !!”
Komandan : “Loh, kan disini Bapak dikatakan bahwa Bapak tidak membawa surat-surat kendaraan ?”
Si Bapak : “Loh, kenapa harus bawa surat-surat segala apa urusannya ?”
Komandan : “Lah, bapak ini bagaimana ? kalau bapak bawa kendaraan ya harus dilengkapi STNK dan BPKB”
Si Bapak : “Siapa yang bawa kendaraan ?”
Komandan : “Bukannya bapak sedang naik motor ?”
Si Bapak : “Siapa yang naik motor !! tanyain saja tuh, sama diaa !!”
Si Bapak mulai sewot sambil menunjuk Polisi yang tadi menilangnya. Sang Komandan segera bertanya kepada kepada anggotanya.
Komandan : “Kenapa kamu menilang Bapak ini ?”
Polisi : “Siapp Dan ! saya menilang Bapak ini karena membawa helm tapi tidak membawa motor !!!”
Komandan : “Haahh...??”

(Maaf, jangan serius bacanya ya....)

FEARLESS

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

Dibuat Oleh : Syahirul Alim

TARIF PESAWAT

Dari milis tetangga nech :
Buat penyegaran aja nech....


"Tiket pesawat Surabaya - Bandung Rp. 600 ribu, Kalo Surabaya-JakartaCuma Rp. 160 ribu......apa nggak bingung tuh......matematika siapa yangsalah...., " kata Srigunani.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan harga-harga tiket tersebut.Walaupun secara matematika saya tidak tahu pasti karena terus terangsaya jeblok di mata pelajaran ini, tapi perlu diketahui bahwa adabeberapa pertimbangan yang diambil oleh airline operator dalammenentukan 'airfare' yang berlaku, misalnya :
KONDISI GEOGRAFIS.Sesuai data yang ada, Bandara Juanda (WRSJ-SUB) terletak padaelevasi/ketinggian 3 meter diatas permukaan laut (MSL), BandaraSoekarno-Hatta (WIII-CKG) di ketinggian 10 meter, sedangkan Lanud HuseinSastranegara terletak di ketinggian 740m. Jadi jelas bahwa jalur dariSurabaya ke Bandung itu lebih 'nanjak dan tentu saja membutuhkan lebihbanyak bahan bakar dibandingkan jalur Surabaya - Jakarta yang relatifdatar sehingga lebih 'ngirit' bahan bakar.
JARAK.Tarif pesawat dihitung dari besaran 'average fare per mile' yangberbanding lurus terhadap jarak; semakin jauh semakin mahal. Maka tariftiket Surabaya-Jakarta tentu jauh lebih murah karena jaraknya yangsaling berdekatan dengan pantai dibandingkan Bandung yang jaraknyarelatif jauh dari pantai.
PROFIL PENUMPANG.Berdasarkan survey terhadap penumpang pesawat dari Surabaya, mereka yangberangkat dengan tujuan ke Jakarta adalah dalam rangka 'Bisnis' (baca:cari duit), sedangkan mereka yang berangkat ke Bandung sebagian besardalam rangka 'Shopping' (baca: buang duit) seiring makin menjamurnyaFactory Outlet di kota kembang tersebut. Maka diadakanlah program tarifbersubsidi silang untuk meringankan ongkos penumpang yang sedangkesusahan cari duit.
OPERATIONAL COST.Biaya pelayanan penumpang tujuan Bandung biasanya lebih mahal, karenamereka menuntut nasi timbel panas, sayur lalapan segar, gurame goreng,pete bakar, sambal cobek terasi dan es kelapa muda lengkap denganbatoknya. Hal ini tentu menimbulkan biaya tambahan karena mempersiapkandan memasak hidangan ini di pesawat tentu lebih sulit dibandingkankatering siap-saji biasa yang cukup dihangatkan dalam microwave.
LOAD FACTOR.Kapasitas angkut penumpang terpaksa dikurangi hingga 30-40% agar dapatmemuat set cobek sambal, kelapa degan, panggangan ikan, kobokan tangandll tanpa melebihi batas Maximum Take-Off Weight. Passanger seat punterpaksa dicabut karena penumpang lebih memilih duduk lesehan di tikar,"Ameh asa di saung" kata mereka.
NAVIGASI.Dibandingkan Jakarta, papan penunjuk arah jalan di kota Bandung seringtidak jelas dan membingungkan. Sering terjadi pilot salah belok dankemudian terjebak jalan satu arah yang ternyata dipadati oleh angkot.Apalagi kemacetan yang terjadi setiap akhir pekan, menuntut pilotbekerja extra untuk menahan pedal kopling lebih lama. Oleh karena itujangan heran bila banyak pilot yang tidak mau menggunakan argometer danlebih memilih sistem borongan.
SUKU CADANG.Faktor ketersediaan suku cadang turut berpengaruh terhadap besarantarif. Bila pesawat mengalami kerusakan di Jakarta , terdapat alternatifpasar suku cadang dengan harga miring di Asem Reges, sebaliknya diBandung besar kemungkinan justru suku cadang dan komponen pesawat ituyang dipreteli untuk mengisi stok onderdil di pasar Sumur Bandung. Jadimungkin saja pesawat B737 yang terbang ke Bandung pulangnya berubahwujud menjadi Gantole.
FLIGHT CREW.Prosedur standar penerbangan di Indonesia biasanya menerapkan 2-mancockpit crew. Tapi untuk penerbangan ke Bandung diperlukan crew tambahanselain Captain dan First Officer, yaitu Translator. Hal ini diperlukanuntuk mengatasi kendala bahasa yang mungkin terjadi ....Contohnya seperti ini nih :PILOT : "Bandung Tower , selamat siang ... Japati 601 with Bravo,inbound for landing"TOWER : "Japati 601 ... rek naon maneh ka dieu?"PILOT : " Bandung Tower, Japati 601 request permission to land ..."TOWER : "Gelo ... Teu bisa! Ayeuna Persib keur tanding euy ...."TRANSLATOR : "Sok siah ... Dasar si borokokok, lamun teu di berelending, ku aing dibaledog ti luhur ..."TOWER : "Anjrit ...nya sok atuh lah ... klir to len, mangga Japati 601...."PILOT : "Affirmative ... Japati 601 cleared to land, Roger ..."TOWER : "Rojer nu mana deui ... ngaran aing mah Asep ... Asep Surasep tiBabakan tea ...."

Tuesday, October 28, 2008

Movie Of The Year 2 - Kasi PKB'S Movie Star


KLIK GAMBAR
UNTUK MEMPERBESAR

Gambar : Syahirul Alim

Sunday, October 26, 2008

Foto Kenangan - PKL SMEA


Nggak nyangka ada yang mampir di shout box gue, ternyata Nur, temen waktu di SMEA dulu. Padahal udah lama banget nggak ketemu. Jadi inget waktu kita sama-sama PKL di PT. Bakrie Brothers gue ada foto bareng. Waktu itu masih culun, jamannya Lupus, jadi rambutnya masih pake jambul.... hahahaha. Tapi paling ganteng dari yang laen.

Wednesday, October 22, 2008

MOVIE OF THE YEAR WITH PKB'S MOVIE STAR

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

dibuat oleh : Syahirul Alim

Dua Sisi Cermin


Hari Minggu kemarin (30/9) salah seorang sepupu datang. Usia kami sebaya, hanya berbeda beberapa bulan. Dia sudah menikah dan memiliki seorang putra yang lucu. Karena kami seusia, sejak kecil kami sering main bersama. SD kami sekelas, SMP pun sempat satu kelas. Namun latar belakang keluarga kami berbeda. Kami yang tujuh bersaudara hidup sangat prihatin. Maklum, setelah Ayah keluar dari bekerja karena minta pensiun dini di sebuah BUMN, Ayah usaha kecil-kecilan dengan membuka usaha laundry. Namun dengan keprihatinan itulah kami bisa mandiri. Ayah dan Ibu sangat rukun hampir tidak ada keributan besar diantara keduanya. Ekonomi yang pas-pasan tidak menghalangi senda gurau dalam keluarga kami. Selalu ceria, ada saja cerita lucu dari kehidupan kami yang membuat kami tertawa.

Ayah seorang yang sangat sabar dalam mendidik anak-anaknya. Jarang sekali beliau marah dan emosi terhadap anak-anaknya. Kami berlima laki-laki, sedang kakak yang tertua serta adik bungsu kami perempuan. Sebandel apapun kami Ayah selalu memberi nasihat. Bahkan saking seringnya nasihat keluar dari beliau kadang-kadang masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Tetapi karena setiap hari penuh nasihat pastilah ada pula yang nyantol.

Sementara itu, Ibu bekerja mengurus rumah tangga, walau kadang-kadang timbul marahnya, namun amarah itu bagaikan pemicu bagi kami untuk berbuat yang terbaik buat beliau. Semakin besar cinta kami terhadap Ibu. Ibu seorang yang pintar, walaupun hanya lulusan sekolah dasar beliau mampu mengurus keperluan kami mulai dari memasak, mengurusi rumah, sampai mengurus kuliah kami semuanya. Beda dengan Ayah yang orang rumahan, Ibu lebih aktif, serba tahu dan selalu mau tahu. Benar-benar Ibu yang Luar Biasa, mungkin kalau meminjam istilah luarnya Ibu itu ibarat SUPER MOM.

Ketika sakit, saya selalu ingin tidur dengan beliau. Belaian tangannya di kepala kami sangat menentramkan hati, meringankan luka dan rasa sakit. Bahkan setelah berumah tangga kadangkala ketika sakitpun saya masih mendambakan belaian beliau. Surga kami adalah ridho beliau. Sekarang ketika kami dewasa, takut sekali hati ini kalau sikap dan ucapan kami menyinggungnya. Beruntungnya kami bersaudara, kami selalu kompak setelah dewasa, setiap ada kesulitan yang menimpa saudara selalu kami tangani bersama. Alhamdulillah orang tua senang melihat kami hidup rukun.

Sementara sepupu kami sebaliknya, orang tuanya berpisah, menjadi anak broken home saat remaja. Di usia yang butuh pengawasan, nasihat dan contoh dari orang tua, mereka bersaudara hidup tercerai berai. Orang tua sibuk dengan masalahnya, sementara anak-anaknya sibuk membuat masalah.

Masa-masa labil dilewatinya dengan mencari kesenangan sendiri. Hidupnya yang dulu berkecukupan membuatnya manja. Segala sesuatu yang diinginkannya harus ada dan tersedia. Berbeda dengan saya, Ayah menyuruh kami mencuci karpet atau gordyn dahulu baru bisa dapat uang sendiri. Untuk punya mainan atau baju, kami harus bekerja lebih dahulu. Mungkin ini juga yang membedakan saya dengan sepupu saya tersebut. Kami lebih tegar, tak ada apapun yang membuat kami takut menghadapi hidup. Kami sudah biasa susah, sementara sepupu saya terbiasa hidup mudah.

Itulah takdir kami bersaudara. Sekarang datang penyesalan dalam dirinya. Awalnya mereka selalu menyalahkan orang tuanya. Namun akhirnya mereka juga sadar bahwa hidup ini penuh dengan pilihan, dan ketika harus memilih jalan mereka memilih jalan yang salah. Nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur. Waktu tak akan bisa diulang, sementara kehidupan terus berjalan. Itulah takdir kita.

Sebenarnya Allah SWT memberikan pilihan untuk kita. Tinggalah kita mau menuju suratan takdir yang mana. Berat memang hidup tanpa tauladan dan nasihat, tanpa kehangatan sebuah keluarga yang utuh, tanpa rasa sayang dan belaian kasih orang tua. Kejam, menurutnya hidup menjadi sangat kejam. Segalanya menjadi sulit kini, kemampuan tidak punya, modal tidak ada, bahkan keyakinan sendiri itupun sudah tak ada lagi.

Di bulan Ramadhan, hari Minggu kemarin dia menumpahkan segalanya. Ingin rasanya mengubah niat untuk menjadi lebih baik. Pemikiran seperti itu muncul tiba-tiba beberapa hari belakangan. Ketika dalam pekerjaannya mengarah kepada kesesatan. Kepada siapa ingin mengadu, orang tuanya sekarang entah dimana, sibuk dengan hidupnya yang sulit, saudaranya sama saja, bahkan tidak lebih baik darinya. Seperti dua sisi cermin yang ternyata berbeda. Demikianlah kehidupan.

Sabar bro, tidak ada kata terlambat untuk kembali.


Ya Allah, berikan petunjuk MU.

Terangkanlah jalannya, mudahkan segala urusannya.

Bimbinglah ia dan keluarganya agar dapat kembali kepada MU

Muliakanlah dirinya

Jadikanlah keluarganya sakinah.

Amin.

Album Kenangan

Tuesday, October 21, 2008

BELI KNALPOT

Disuatu pagi yang cerah, ketika sedang memandang pohon anggur yang tak kunjung berbunga. Tiba-tiba dipecahkan oleh sebuah pertanyaan ;

Radja : "Pah, emang kenalpot harganya berapa sih ?"

Ekspresinya serius, sambil megang-megang dompetnya yang saya beri rantai.

Saya : "Mahal"

Sambil masih memperjhatikan pohon anggur yang salah treatment-nya

Radja : "Berapa mahalnya ?"

Dengan penasaran, dan mau tahu seperti biasanya

Saya : "Yaa... (mikir) sekitar 300 ribu sampe 500 ribu lah..."

Sedikit asal bunyi, karena emang nggak tahu harga jnalpot motor

Radja : "Ooh..., nanti ade' mau beli ah, dari tabungan ade'"

Sambil menimang-nimang dompetnya yang keren, masih serius

Saya : "Emang buat apaan de' ?"

Bingung juga nih, ngpain Radja nanya harga knalpot, malah mau beli segala

Radja : "Buat sepeda ade' Pah, Nanti mau ade' tempel di rodanya biar kenceng, kayak motor!"

Ekspresinya terlihat semangat, seolah mendapatkan sebuah penemuan penting.

Saya : "Loh... maksud ade' ??"

Awalnya belum nyambung

Radja : "Biar bisa ngebut kayak motor, kan motor ada knlapotnya jadi kenceng"

Brooommmmm...... brommmm....... dia menirukan suara motor.

TIDUR

Sebenarnya sih nggak ada masalah kalau sering tidur. Cuma yang bikin saya nggak enak adalah tidur saat di dalam kendaraan. Apapun namanya. Giliran naik kendaraan pasti ngantuk. Yang namanya ngantuk sebenarnya biasa saja. Tapi kalau lagi nyetir ngantuk gimana tuh ? Soalnya pernah ketika mau ke puncak ada acara di Sentul mobil yang saya bawa bisa-bisanya keluar jalur. Untungnya disebelah kanan waktu itu belum ada pembatas, jadi ketika jeblos ke tanah hanya kaget setengah mati. Untungnya nggak mati beneran. Belum lama tidur di lampu merah, untungnya cuma sebentar tapi lumayan bikin mobil dibelakang saya jadi keki. Tin....tinnnn.....
Padahal pernah juga nabrak mobil di depan gara-gara tertidur saat macet. Untungnya kondisi mobil sedang merayap jadi tidak ada kerusakan yang parah. Makanya istri saya nggak percaya kalau saya pergi sendirian. Ngeri, katanya.
Jadi kalau mau ke Bandung, di rest area KM 57, saya gantian nyetir dengan istri. Untung juga bisa gantian jadi nggak was-was.
Kalau tidur di Bis sudah biasa. Waktu masih pacaran, saya mau apel ke Bandung, dari Terminal Baranang Siang, Bogor, tertidur dan baru bangun ketika bahu saya ada yang colek-colek " Aa... aa.... Bangun Aaaa... tos dugi ...." rupanya bis yang saya tumpangi sudah gelap dan penumpangnya tinggal saya sendirian.

ALUMNI STAN TINGKAT I

ALUMNI PPh BADAN KPP CIBINONG




Monday, October 20, 2008

ARTIS JADI CALEG SANGGUPKAH ?

Jakarta, 21 Oktober 2008

Akhir-akhir ini ada kecenderungan tingkat kepercayaan dan kepedulian masyarakat terhadap partai politik sudah semakin berkurang. Tingginya rakyat yang memilih untuk tidak memilih alias Golput semakin tinggi, contohnya dalam pilkada dan pemilu legislatif kemarin.
Untuk menarik minat calon partisan dan kader partai akhirnya merekrut kalangan artis menjadi calon legislatif. Kemarin, PKB kubu Muhaimin menggandeng Gita KDI untuk menjadi Caleg nomor urut 2 untuk daerah pemilihan Jawa Barat. Belum lagi nama-nama artis yang sudah lama malang melintang di DPR. Seperti Marissa Haque, H. Qomar, Sys Ns, Nurul Arifin, Rano Karno, dan lain-lain. Muka baru bermunculan di tahun 2008 ini, diantaranya, Ikang Fawzi, Kristina, Tantowi Yahya, Evie Tamala dan masih banyak lagi.
Beberapa media massa memuat pendapat para pengamat politik yang mengomentari keberadaan artis di legislatif. Secara umum mereka mengakui bahwa kepopuleran artis jauh berada di atas para politikus. Kondisi artis yang sudah mapan meminimalkan kesempatan terjadinya korupsi. Namun dengan keberadaan artis di legislatif dikhawatirkan akan menurunkan kualitas dewan. Coba anda bayangkan kalau Nafa Urbach tiba tiba mencalonkan diri menjadi Caleg. Nggak lah yawww.......

Sebenarnya kalian setuju nggak sih kalau artis menjadi caleg ????


Silahkan berkomentar, Bebas dan dijamin aman !!

Kisah Penjual Sepatu



KLIK JIDATNYA UNTUK MEMPERBESAR !


Memperkenalkan Bintang Baru : WIDODO
Illusion by : Syahirul Alim

Sunday, October 19, 2008

Alasan Mengapa Buku Jadul Tidak Dipakai Lagi




























SIAPAKAH YANG MEMELIHARA IKAN ??

Ada 5 rumah yang masng-masing memiliki warna yang berbeda. Setiap rumah dihuni oleh 1 orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda. Setiap penghuni menyukai satu minuman tertentu, rokok merk tertentu, dan hewan peliharaan tertentu. Tidak ada 1 pun yang menyukai minuman yang sama, rokok merek yang sama, dan hewan peliharaan yang sama.
Pertanyaan : SIAPAKAH YANG MEMELIHARA IKAN ??
Petunjuk :
1. Orang Inggris tinggal di rumah berwarna merah.
2. Orang Swedia memelihara anjing.
3. Orang Denmark senang meminum teh.
4. Rumah berwarna hijau terletak di sebelah kiri rumah berwarna putih.
5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
6. Orang merokok Pall Mall memelihara burung.
7. Penghuni rumah yang ditengah-tengah senang minum susu.
8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.
9. Orang Norwegia tinggal dirumah paling pertama.
10. Orang yang merokok Marlboro tinggal disebelah rumah orang yang memelihara kucing.
11. Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah rumah orang yang merokok Dunhill.
12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
13. Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
14. Orang jerman merokok Rothmans.
15. Orang yang merokok marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

katanya sih jaman einstein dulu katanya cuma 2% yang bisa jawab; tapi itu kan dulu jaman belum ada MS excell.
Selamat mencoba !
PLEASE !!
Tolong dong dibantu, temen gue masih nanyain siapa yang memelihara ikan. Pernah saya kasih tahu kalo' yang memelihara ikan cupang saya kenalnya sama Bang Dayat, rumahnya di Gaperi Bojonggede. Tapi kalo' ikan mas, ada juga di pemancingan Mang Ujang. Tapi kalo' beli kita harus mancing dulu, nanti hasilnya ditimbang. Istilahnya kiloan. Kalau ikan hias di Cibinong tanya saja sama Ko' Abun, Bosnya CV. Maju Aquarium, pasti beres.
Temen-temen yang tahu coba di kasih tau ya...

Friday, October 17, 2008

SPIDERMAN MASUK ISLAM !!!

New York, 17 Oktober 2008

Kalangan selebritis Hollywood yang terkenal dengan dunia gemerlapnya ternyata tidak membutakan mata seorang Peter Parker. Siapa yang tidak kenal Peter Parker, Seorang Super Hero pembasmi kejahatan, yang siap membantu siapa saja yang mengalami kesulitan. Seorang tetangga yang baik ! Berdasarkan hasil jepretan Papparazzi, yang identitasnya dirahasiakan, ternyata Peter Parker ketahuan sedang melakukan sholat. Untuk menutupi identitas keislamannya, sengaja Peter sholat dengan menggunakan kostum Spidermannya.


"Saya belum tahu bahwa Peter Parker seorang muslim" begitulah komentar sahabatnya Harry Osborn(http://en.wikipedia.org/wiki/Harry_Osborn) . Namun setelah diminta keterangan lebih lanjut Harry menolak dengan alasan itu masalah privacy sahabatnya dan ia tidak berhak untuk turut campur.
Namun demikian hasil jepretan papparazzi tersebut sangat mengguncangkan dunia perfilman Amerika. Gosip panas tersebut beredar di internet mengalahkan krisis ekonomi yang terjadi di Amerika. Sebagai seorang mualaf dalam foto tersebut Peter terlihat sedang mendirikan sholat lima waktu.
Sementara pihak keluarganya terlihat menutup diri dengan gosip tersebut. Bibi May (http://en.wikipedia.org/wiki/Aunt_May) satu-satunya kerabat yang paling dekat pun tidak terlihat di rumahnya. Sementara puluhan wartawan sejak kemarin malam terlihat sibuk menunggu. Seperti berita panas dan heboh, tentang penangkapan seorang jaksa yang memeras bupati di Gorontalo, para wartawan sibuk mencari narasumber dan mengambil gambar kondisi rumah Bibi May tersebut.
Berdasarkan kabar yang beredar Mary Jane Watson, kekasih Spidey, terdengar shock mendengar berita tersebut. Gadis manis, yang cantik tersebut terdengar sangat stress sehingga jadwal manggungnya ikut tertunda. Sensualitas Mary Jane Watson memang kerap menjadi pemberitaan publik. Gosip terakhir kekasih Spidey ini, adalah hubungan gelapnya dengan seorang penguasaha kaya raya dari Arab. Berita tentang foto pornonya juga beredar di berbagai majalah di Amerika. (http://en.wikipedia.org/wiki/Mary_Jane_Watson) Sampai dengan berita ini diturunkan belum ada satupun pihak kerabat yang mau memberikan pernyataan tentang gosip terbaru tersebut. (Bond)



MUMMY RETURN



klik gambar untuk memperbesar


Illustrated by : Syahirul Alim

Alasan Mengapa SUPERHERO Tidak Mau Membantu Indonesia


Ceplok Or Dadar





Klik gambar untuk memperbesar



Illustrated by : Syahirul Alim

Wednesday, October 15, 2008

FENOMENA TULISAN DI TRUK, SEBUAH KAJIAN NON ILMIAH





"TABAH MENANTI"

Komentar : Ini seperti lagu melayu jaman dulu yang judul atau syairnya seperti tulisan tersebut. Yang jelas kondisi sopir dalam keadaan menunggu. Entah itu kabar, putusan, atau seseorang yang ditunggu kedatangannya. Jelas sopir merupakan profesi pelariannya, untuk membunuh rasa jemu karena menunggu. Sebab menunggu merupakan pekerjaan yang paling membosankan, jadi daripada diam menunggu lebih baik narik mobil. Cuma saya harap, kita harus lebih berhati-hati jika naik mobil ini. Hal ini karena kondisi sopir yangmungkin tidak stabil, kadangkala merenung dan tertawa sendiri. Jadi sekali lagi berhati-hatilah.

"MABOK BAE"
Komentar :
Ini juga seperti lagu dangdut koplo dengan judul yang sama. Mungkin ditulis sebagai bentuk penghargaannya terhadap lagu tersebut. Karena memang lagu tersebut tidak masuk dalam nominasi Indonesia Music Award. Mabok bae.... mabok bae Maning... maning mabok bae Bisa jadi tulisan tersebut merupakan representasi dari kehidupan pribadi supir. Kerasnya kehidupan di jalanan membuat dirinya terperosok dalam lembah nista. Mabuk. Tulisan ini mempunyai korelasi dengan tulisan “HIDUPKU DI ATAS RODA”.


"KU NANTI JANDAMU"
Komentar :
Ketika masih jadi mahasiswa dahulu, di kamar teman saya ada tulisan seperti ini juga. Namun ditulis di atas poster Dessy Ratnasari yang sedang berpose sengan seepatu rodanya ketika memerankan Olga. Kalau ditulis oleh seorang supir barangkali lebih menarik lagi dan kita paham maksudnya. Supir truk yang sering keluar kota pastinya sering mampir di warung pinggir jalan. Nah, bukan mustahil jika sang supir terpikat oleh pelayan warung yang cantik namun sudah milik orang lain. Karena sangat terobsesi dengan pelayan tersebut lahirlah tulisan seperti ini.


NEW FEAR THE ME IS 3 (Nyupir Demi Istri)
Komentar :
Tulisan di atas menggambarkan tanggung jawab supir sebagai seorang kepala keluarga. Supir seperti ini jarang sekali ditemukan. Suami yang bertanggung jawab kepada istrinya. Tetapi ada pertanyaan lain, kenapa demi istri ? bukannya demi anak istri. Kalimat yang tepat seharusnya berbunyi “Nyupir Demi Anak Istri” atau “The Me Anak Is 3”. Kemungkinannya ada dua. Pertama mereka belum dikaruniai seorang anak. Kedua si supir takut sekali sama istrinya yang galak.


AN3DIS... Anti Gadis
Komentar :
Aneh dan tidak wajar ! Pasti ada masalah dengan orientasi seks supir. Bisa jadi supir tersebut tertarik dengan wanita yang lebih dewasa atau lebih tua. Kemungkinan penulisnya sama dengan tulisan yang pernah saya temui disebuah truk, yaitu “Penculik Janda”.


SEKARANG BAYAR, BESOK GRATIS !!!
Komentar :
Cerdas ! Ini strategi pemasaran yang sangat jitu. Walaupun terkesan meng-kadali calon penumpang, namun jelas ini sebuah pancingan agar penumpang tertarik dan akhirnya terpikat untuk naik mobil tersebut. Biasanya tulisan ini ditempel di angkutan umum. Mungkin karena banyaknya kendaraan umum yang beroperasi mengakibatkan persaingan bisnis semakin ketat. Wajar kalau supir menempelkan sticker tersebut. Tujuannya hanya satu menarik calon penumpang.


WWW. A P KT NTE AJ.COM
Komentar :
Ini situs bohongan ! jangan mencoba mencarinya di internet. Saya sudah berhari-hari mencarinya di internet ternyata situs ini tidak ada. Saya kurang paham maksud supir menuliskannya. Apakah memang dia punya web site tersebut atau hanya gaya-gayaan saja. Maklum sekarang jaman internet.


BER 2 1 7 AN (Berdua Satu Tujuan)
Komentar :
Sangat romantis. Maksudnya adalah harus fokus. Dalam kehidupan kita harus memiliki goal atau tujuan yang jelas. Ketika anda mempunyai tujuan yang jelas, setiap langkah jadi terarah dan fokus. Tidak terombang-ambing tak menentu. Bisa jadi si supir pernah mengikuti kelasnya Reynald Khasali atau Hermawan Kertajaya. Atau mungkin sudah membaca bukunya Tum Desem Waringin.



CAN'T ARE ROCK (Ken Arok)
Komentar :
Saya masih belum yakin kalau maksud dari tulisan ini adalah ‘Ken Arok’. Masak sih supir tersebut keturunannya Ken Arok. Orang jaman dulu, sudah meninggal. Menurut saya artinya merupakan terjemahan langsung dari bahasa Inggris. Can’t Are Rock = tidak bisa musik rock. Artinya, si supir adalah penggemar lagu dangdut. Malahan mungkin si supir adalah pemain musik dangdut. Benar-benar dangsut mania. Penggemar fanatik H. Rhoma Irama. Saking fanatiknya terhadap musik dangdut sehingga menimbulkan penolakan yang keras terhadap musik rock.


MER - 123 - LUCK (Mertua Galak)
Komentar :
Menantu kurang ajar! Sudah tahu mertuanya galak pake ditulis segala di mobilnya. Makanya sama mertua harus bisa mengambil hatinya. Jangan Cuma cinta sama anaknya saja kemudian orangtuanya di cuekin. Kualat baru tahu rasa luh ! Saya yakin kalau penulis atau supirnya ada hubungannya dengan mobil yang bertuliskan “Buronan Mertua”.






Mau lihat gambarnya :
http://pesanlewat.com

“INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUUUN.... !”

Ada cerita lucu lagi, suatu hari Ustadz Ali pernah dikira meninggal oleh Enyak (nenek). Awalnya ketika Ayah pulang dari Masjid Nurul Ihsan sehabis memberikan pengumuman duka cita, beliau ditanya sama Enyak.

“Darimana Din ?” tanya Enyak saya yang sudah rapi mau berangkat mengaji.

“Abis ngumumin orang meninggal” kata Ayah

“Innalillahi.... emang siapa yang meninggal ?” tanyanya lagi

“Itu orang sana, deket rumahnya Ustadz Ali” kata Ayah menjelaskan, maklum nenek sudah berkurang pendengarannya jadi harus jelas.

“INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUUUN.... !” jawabnya keras karena kaget. Rupanya nenek mendengarnya yang meninggal Ustadz Ali. Ayah juga nggak sadar kalau nenek salah dengar mungkin dikiranya ngerti.

“Emangnya sakit apaan ...?” tanyanya lagi khawatir.

“Nggak sakit lagi... emang udah waktunya kali’ Nyak” jawab Ayah saya sambil berlalu. Sementara nenek juga sudah siap berangkat mengaji di rumah Nyak Iim. Nah, sepanjang jalan inilah Enyak saya bagaikan siaran radio. Setiap orang yang ditemuinya ditegurnya. “Lah... elu kagak pada nyelawat ?” katanya kepada Bang Azhari yang sibuk melayani banyak orang yang sedang belanja di warungnya.

“Emangnya siapa yang meninggal Nyak ?” balas Bang Azhari

“Lah itu, Ustadz Ali... barusan anak gua abis dari sono” jawab Enyak kepada Bang Azhari dan didengar oleh semua orang yang sedang berbelanja.

“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raojiun ... !!!” serempak orang di warung berucap kaget.

“Padahal semalem ngobrol masih sehat” kata saya salah seorang pembeli.

“Emang udah umurnya kali’ yak...” balas yang lain menimpali.

Sementara Enyak dengan santainya lenggang kangkung meneruskan jalannya pergi mengaji sambil tak lupa mengingatkan orang-orang yang ditemuinya agar pergi melayat. Rupanya berita tersebut sudah menyebar cepat, mungkin lebih cepat dari langkahnya Enyak yang sudah tua.

Bang Azhari, yang kebetulan teman dekat Ustadz Ali segera bergegas ganti baju koko dan peci. Beberapa orang tetangga diajak ikut bersama-sama untuk melayat. Berangkatlah rombongan para pelayat ini pergi ke rumah Ustadz Ali. Ketika mereka sampai di rumah Ustadz Ali, mereka kaget melihat Ustadz Ali sedang enak-enakan ngopi dan merokok dengan mengenakan sarung serta kaos oblong. Sambil cengar-cengir heran Ustadz Ali menanyakan rombongan yang pada bengong.

“Pada mau kemana luh...?” katanya ikutan heran melihat serombongan orang menuju rumahnya.

“Ya Allah.... katanya ente meninggal !” sahut merela.

“Meninggal ??? kata siapa ???” Ustadz Ali nggak kalah herannya.

“Barusan Nyak Imah ngebilangin. Malah katanya Bahrudin habis dari sini ngurusin jenazah ente” sahut Bang Azhari heran. Akhirnya mereka semua tertawa setelah sadar mungkin Enyak salah dengar. Hehehehe.... Sementara Enyak cuek aja sibuk dengan pengajiannya. Sementara orang di kampung sudah ramai terkena gosipnya.

Tuesday, October 14, 2008

BALADA MAHASISWA STAN

Menjadi mahasiswa STAN merupakan sebuah kebanggan, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari daerah. Sehingga untuk dapat masuk STAN mereka harus belajar esktra keras. Dibandingkan dengan universitas lainnya, sebagian besar mahasiswa STAN sendiri berasal dari golongan ekonomi lemah, contohnya saya sendiri. Jelas lah... (masak jelas dong !). jikalau orangtua kami punya uang, tentunya kami akan lebih memilih kuliah di fakultas ekonomi UI atau mungkin kuliah di fakultas kedokteran Trisakti.

Bagi lulusan SMA dari Jakarta, kuliah di STAN tidak sebangga jika kita kuliah di UI. Mungkin karena nama besar STAN kalah ngetop dibandingkan UI. Tetapi berbeda dengan para calon mahasiswa dari daerah. Ada seorang teman mahasiswa yang berasal dari Wonosobo, Jawa Tengah, bilang kalau ada putra daerah yang berhasil masuk STAN merupakan kebanggan bagi kampungnya. Mendengar hal tersebut saya jadi membayangkan mungkin keluarga yang anaknya berhasil masuk STAN akan membuat syukuran di kantor kecamatan. Lengkap dengan wayang kulit dan umbul-umbul serta spanduk bertuliskan “Selamat Atas Diterimanya Ananda Tukijan di STAN JAKARTA”. (Maaf loh, mas Tukijan ini cuma contoh saja).
Yang tragisnya lagi, ada teman yang terpaksa tinggal di Masjid Baitul Mal (MBM) dan bekerja sambilan jadi merbot masjid karena kerbau yang sedianya dipersiapkan untuk membiayainya kuliah tiba-tiba sakit perut dan mati. Padahal asalnya dari daerah Gunung Kidul yang merupakan daerah minus (Maaf ya Mas... hehehe). Mendengarnya saja membuat kami jadi ikutan sedih dan prihatin. Bukan prihatin sama kerbaunya yang meninggal, tapi sama teman tersebut. Karena perjuangan, kesabaran dan keteguhannya akhirnya sekarang teman tersebut sudah mentas. Mungkin sekarang malah punya ratusan kerbau ya Mas... ? buat gantiin kerbau Bapakmu yang dulu mati itu.

Saya sih keren, sebutannya “Anak Jakarta”, karena memang berasal dari Jakarta. Tetapi sih keadaannya sama saja dengan teman-teman dari daerah. Tiap minggu pulang ke rumah orangtua, Minggu sore kembali lagi ke kos-kosan. Dasar orang Betawi, nggak bisa jauh dari kampung sendiri, setiap mau kembali ke tempat kos Ibu saya selalu sedih berlinang air mata. Hiks... anak gua pergi lagi, dan berpesan untuk jaga diri baik-baik, dan selalu ingat pepatah “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung”. Hati-hati di tanah rantau nak ! Padahal cuma dari Pasarminggu ke Jurangmangu !. Jatah uang makan buat seminggu hanya diberi Rp. 50.000,- kadang kurang dari itu. Makanya ketika semester awal saya tidak berani pacaran. Bukannya tidak laku, tapi bagaimana mau punya pacar kalau untuk makan saja sudah pas-pasan. Untungnya biaya makan di Jurangmangu termasuk murah. Sekali makan dengan ayam dan sayur paling banter hanya Rp. 1.500,-. Rokok Gudang garam Filter sebungkus hanya Rp. 950,-. Pokoknya asal tiap hari makan lancar dan ada rokok sebungkus saya sudah happy sekali. Kalau masih kurang juga, terpaksa ngutang dulu di warung.

Untungnya lagi, pemilik warung di sana sangat perhatian kepada kami. Mereka menganggap kami seperti anak sendiri. Hiks.. hiks... Ada Kang Asep dari Sumedang, penjual Indomie dan tahu Sumedang yang warungnya persis di depan kos-kosan kami. Ada Ibu Warteg yang setiap saya ingin makan sesuatu saya bisa pesan dahulu, lalu besok hari menu tersebut siap tersaji. Ada Enyak dengan nasi uduknya seharga Rp. 150,- untuk sarapan pagi. Kadang di beri bonus semur tahu sepotong, hanya saja dalam nasinya suka ada bonus butiran batu atau garam yang suka bikin kami surprise.

Kalau mau irit ada mahasiswa menempuh cara-cara yang sangat zalim dan diluar nalar. Misalnya ada teman mahasiswa dari daerah yang sekali makan hanya Rp. 250,-. Padahal menunya bisa rendang, telur, sayur dan kerupuk. Aneh kan ? bukannya mahasiswa tersebut punya ilmu kebatinan, tapi dua menu di awal hanya minta bumbunya saja. Jadi hanya makan nasi dan kerupuk tapi terasa makan rendang.
Trik penghematan mahasiswa yang pernah saya praktekkan kalau kepepet adalah hanya makan Indomie. Itupun pakai cara-cara yang sangat cerdas. Kuliah jam pertama biasanya dimulai pukul 08.30 pagi dan selesai pukul 01.00 siang. Ketika pagi-pagi ingin berangkat, kita buat mie rebus yang dimasukan ke wadah bekas Pop Mie yang berbentuk gelas dari bahan stereofoam. Setelah itu seduh dengan air dari termos secukupnya, kemudian ditutup dengan penutupnya yang masih melekat. Agar panasnya tidak keluar setelah ditutup harus di ditekan lagi dengan meletakkan buku ‘Principle Accounting’ di atasnya. Nah, setelah sudah oke, kita berangkat kuliah dengan wajah yang gembira (agar nggak kelihatan susahnya!). Nanti ketika kuliah selesai cepat-cepat pulang kembali ke kos-kosan karena makan siang kita sudah tersedia. Just a simple. Hasilnya kita bisa irit uang untuk sarapan pagi.
Ada teman yang benar-benar susah sehingga mereka sengaja bangun tidur siang hari, sehingga waktu sarapan paginya jadi terlewat. (Harap teman-teman yang membaca jangan saling menuduh ya... !). Bahkan untuk bahan ledekan ada yang tega-teganya memberi nasihat, kalau mau irit beli aja Promag, jadi setiap perut melilit lapar kita langsung makan sebutir.

Kesulitan mahasiswa seperti itu sudah biasa bagi kami. Makanya dalam syair Mars STAN berbunyi ... (Maaf kalau salah mohon koreksinya)

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
pandai menempa cita baja
Bagai lautan kami maju bersatu
Demi keuangan negara

Dari syairnya (yang kira-kira) seperti itu jelas terlihat bagaimana efisiensinya (hemat ?) kami. Jelas harus punya cita-cita yang membaja untuk menghemat keuangan. Bukan hanya cita-citanya saja yang baja tetapi perutnya juga harus seperti baja. Buktinya jarang mahasiswa STAN yang punya penyakit maag.

Di sebuah warung rokok ada tulisan (dibaca dari atas ke bawah);

ALLAH --> MUHAMMAD --> AKANG -->GUE

Ini bukan maksudnya pelecehan agama loh, tetapi merupakan bentuk manifestasi dari kepasrahan seseorang. Bagi sebagian mahasiswa hierarki tersebut riil. Mengapa setelah Nabi Muhammad SAW ada tulisan “AKANG”. Inilah sisi yang paling gelap dan tidak terungkapkan dari kehidupan mahasiswa STAN saat itu. Akang dan Mahasiswa ibarat dua buah sejoli yang saling mengasihi. Sebagian merasa ada karena yang lain ada. Rumit dan kompleks. Merupakan hubungan yang saling menguntungkan, simbiosis mutualisma. Siapa sih akang sebenarnya ? Apa sih bentuk hubungan mereka ? Bagaimanaa proses hubungan ini berjalan ? ini adalah fakta-fakta yang tidak bisa diungkapkan disini.
Yang jelas, keberadaan akang di kampus bukanlah sebuah kebetulan. Sebagian mahasiswa mungkin percaya bahwa keberadaan akang merupakan sebuah takdir Allah SWT. Kalau diberi perumpamaan, seperti ketika suatu saat hujan tiba-tiba turun dengan derasnya, sementara di dalam tas kita sudah ada payung yang sudah dipersiapkan sebelumnya. (begetoo kali’ ya...?)

Sekarang teman-teman sudah jadi orang semua (bukannya kodok ? Ehh..... ada seorang sih namanya Ade, Maaf loh De... soalnya saat buka puasa kemarin temen-temen kita masih manggil ente ade kodok), segala kesulitan sudah terlewati. Kita yang dulu sangat memprihatinkan semoga menjadi lebih prihatin kepada sesama. Kita dulu yang sangat menyedihkan, semoga bisa sedih hatinya jika melihat penderitaan orang lain. Asalkan jangan yang dulu nakal kini malah jadi nakalin orang lain. Semoga kita dapat membawa nama baik almamater tercinta. Amin.

Mereka Yang Berjasa II





Jakarta, 14 Oktober 2008

Lanjutan dari tulisan sebelumnya. Terinspirasi oleh novel dan film Laskar Pelangi sengaja buat tulisan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada guru-guru yang telah sangat berjasa.

Bapak Gunawan

Guru Bahasa Indonesia di SMEA Negeri 4 Pejaten


Dua tahun yang lalu saya bertemu dengan Pak Gunawan saat beliau sedang menjadi khotib shalat Jumat di Masjid kompleks. Memang sudah lama terdengar kalau beliau tidak lagi mengajar di SMEA 4. Waktu dulu mengajar status kepegawaiannya masih honorer, belum menjadi PNS seperti yang lainnya. Maklum saja karena akhirnya beliau menikah dan mempunyai tanggungan akhirnya tidak meneruskan menjadi guru. Namun kepandaiannya mengajar dialihkan menjadi seorang da’i. Sekarang selain berwirausaha, Pak Gun juga aktif di Masjid Baitul Faizin, Pemda Kabupaten Bogor.

Waktu SMEA dulu Pak Gunawan mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut saya pelajaran Bahasa Indonesia justru yang paling sulit dibandingkan dengan Matematika atau Akuntansi. Mungkin karena waktu itu kami menganggap remeh pelajaran ini. Di ijasah saja saya mendapatkan nilai 9 untuk Bahasa Inggris, tapi justru pelajaran Bahasa Indonesia hanya memperoleh nilai 7. Lucu juga kalau dipikirkan, tapi memang itulah kenyataannya.

Cara mengajar Pak Gun termasuk baru bagi kami bahkan menjadi menarik. Hal tersebut karena beliau sering bercerita tentang hal-hal yang baru bagi kami. Sayangnya kami baru diajarnya pada saat kelas III jadi hanya punya waktu satu tahun. Untuk mengejar ketertinggalan kami, beliau mengadakan les tambahan. Seingat saya tanpa bayaran tambahan. Jadi dengan sukarela, beliau yang statusnya masih honorer mengajarkan kami di hari libur.

Itulah sekelumit kisah Pak Gunawan dalam mengabdi di sekolah kami. Suatu hari saat memberikan les tambahan menjelang EBTANAS, beliau mengatakan agar kami jangan minder dengan anak-anak dari SMA. Jadi dalam menghadapi ujian EBTANAS, UMPTN maupun ujian STAN kalian harus ‘pede’. Kalian juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk universitas negeri dengan anak-anak dari SMA. Mereka bisa memperoleh nilai besar di mata pelajaran matematika, tapi kalian ambil kesempatan di mata pelajaran akuntansi. Sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Pengetahuan Umum kalian semua setara.

Kalimat ini terus terngiang ditelinga. Sejak saat itu saya punya strategi sendiri, ambil nilai yang besar di mata pelajaran akuntansi. Mungkin teman yang lain juga merasakan hal yang sama. Saat itu, lulusan SMEA jarang sekali bisa lulus UMPTN maupun ujian STAN. Biasanya dari SMEA di Jakarta hanya satu dua orang saja yang berhasil menembus ujian masuk universitas negeri yang paling bergengsi ini. Hasilnya, sangat luar biasa. Seangkatan saya dari SMEA 4 ada 10 orang siswa yang masuk STAN, 2 orang siswa masuk UI, dan seorang masuk IKIP melalui program PMDK. Sungguh prestasi yang membanggakan bagi sekolah kami. Siswa-siswa yang di STAN adalah saya, Andi Mulya, Mohammad Agus Maulana, Yanuar, Asih Maharsih, Sumiyati, Indri Astuti, B. Maharyani semuanya satu kelas dan Ahmad Supiyanto serta Agus Setiawan dari kelas lain. Siswa yang berhasil masuk UI, adalah Sri Windasari (Sastra UI) serta seorang dari kelas lain yang kebetulan saya lupa namanya. Sedangkan seorang siswa yang masuk IKIP jurusan akuntansi adalah teman kami, Yatini.

Kadang sebuah kalimat menjadi biasa bagi orang yang mendengarnya, tetapi bisa mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi yang lain. Semuanya harus diikuti dengan usaha keras kami belajar tentunya. Terima kasih atas motivasinya Pak Gun, semoga Allah SWT mengganjarnya dengan pahala yang berlipat ganda. Amin.



Ustadz Ali Muhammad

Guru Agama di SMEA Negeri 4 Pejaten


Ustadz Ali atau Pak Ali mengajarkan mata pelajaran Agama Islam di sekolah kami. Pak Ali adalah putra Betawi asli yang tinggal tak jauh dari rumah saya. Kebetulan juga, Pak Ali adalah sahabat orang tua saya. Jadi beliau kenal baik dengan saya dan keluarga.

Kalau beliau mengajar penuh dengan cerita lucu yang mendidik. Biasanya pada saat pelajaran agama sering terdengar derai tawa siswa yang mendengar guyonannya. Sangat Betawi sekali. Cuma satu yang bikin saya jutek, yaitu pada saat membaca Al Qur’an. Bukannya nggak suka tetapi memang waktu belum bisa. Anehnya lagi, giliran membaca Al Qur’an selalu saya yang diminta untuk membacanya. Akhirnya sering panas dingin kalau giliran disuruh baca. Mungkin niat Pak Ali agar saya belajar mengaji sehingga bisa membaca Al Qur’an.

Nah, setiap pelajaran Agama Islam selalu saya meminta bantuan teman sebangku, Denny Kamal, untuk menuliskan latinnya. Jadi selamatlah, nggak malu-malu amat (soalnya ada cewek yang ditaksir satu kelas, hehehe....). Sebagai imbalannya, kalau giliran ulangan gantian Denny yang suka saya kasih contekan. Jadi cuma mengajinya saja yang nggak bisa, kalau pelajarannya sih nilainya selalu bagus.

Pernah ada kejadian lucu saat ulangan harian. Setiap ulangan harian Pak Ali selalu membacakan soalnya, jadi setiap satu soal dibaca, kami langsung menjawabnya dikertas ulangan. Jadi kalau tidak tahu jawabannya pasti kosong karena tidak bisa diulang kembali. Nah, kebetulan saya bisa menjawabnya soal-soalnya, sementara Denny ada beberapa yang terlewat. Akhirnya sesuai kesepakatan saya memberikan contekan untuknya. Ketika Denny selesai menyalin otomatis saya juga ikut melihat hasil yang dia tulis. Mungkin badan saya agak condong saat melihat contekan yang baru ditulis. Kebetulan ada beberapa orang yang juga menyontek jawaban teman sebangkunya dengan posisi yang sama. Melihat hal tersebut Pak Ali bukannya marah menegur saya atau siswa lain yang menyontek. Beliau hanya berkata dengan bahasa Betawinya yang kental dengan suara yang agak keras, “Itu ya’, ada yang doyong-doyong banget sampe mau rebah....”. Mendengar hal tersebut kontan saya tegakkan kembali posisi duduk sambil melihat ke arahnya yang senyum-senyum. Aduhh... malu sekali saya saat itu, takut juga nanti diceritakan ke tetangga di rumah. Waktu itu ingiiin sekali menjelaskan kalau saya tidak menyontek, tapi malah memberi contekan. Tapi dengan gaya senyumannya yang penuh arti terpaksa diurungkan niat tersebut. Lucunya, setelah pelajaran selesai rupanya banyak teman yang kebetulan nyontek merasa ketahuan. Jadilah saya tertawa sendiri, rupanya dengan satu kalimat bisa kena semuanya. Hehehe.... boleh juga nih akalnya Pak Ali.


Lebaran yang lalu saat bersilaturahmi di rumah kerabat, saya bertemu dengan Pak Ali, rupanya beliau sudah pensiun. Saat itu tampak seluruh rambutnya sudah memutih, tua sekali kelihatannya. Kakak saya yang kebetulan duduk disebelah pangling karena sudah lama tidak bertemu beliau (kebetulan kakak saya juga muridnya mengaji). Kakak berkomentar “Masya Allah, ini ustadz Ali. Didi kirain siapa ? habis keliahatan sudah tua sekali” katanya. Pak Ali yang mendengarnya jadi tertawa “Yah... Didi udah lupa, saya masih muda, cuma rambutnya doang yang putih”. Pak Ali tersenyum mendengar komentar kakak. Itulah Pak Ali yang selalu ceria dan senang bercanda. Karakternya tetap seperti dahulu selalu riang. Ketika silaturahmi selesai Pak Ali pamit pulang menuju motornya. Tidak berapa lama kemudian tampak Pak Ali kembali sambil kebingungan. “Kacamata saya mana ya... kacamata saya mana ya...” sambil meraba-raba saku baju dan celananya. “Ketinggalan nggak ?” katanya sambil melihat ke arah meja kami. Kami langsung sibuk ikut mencari-cari kacamatanya yang mungkin jatuh tertinggal. Setelah beberapa lama sibuk mencari-cari kacamatanya yang belum ketemu, tanpa sengaja saya melihat ternyata kacamatanya masih menempel di dahinya. Saya langsung senyum melihatnya, “Tuh di kepala Bapak apaan ?” kata saya sambil menunjuk. Setelah itu beliau meraba kepalanya “Astaghfirullah ! kok jadi pikun begini ya...”. Akhirnya kami semua tertawa melihat tingkahnya yang lucu. Ah... kasihan Pak Ali, semoga Allah SWT memberi kesehatan dan menerima seluruh amal ibadanya. Amin.

Monday, October 13, 2008

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA


Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), salah satu perguruan tingi kedinasan di bawah Departemen Keuangan. Bisa kuliah di sana merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Lazimnya sekolah kedinasan, mahasiswa yang lulus dari STAN akan langsung dipekerjakan pada instansi di bawah Departemen Keuangan atau di lembaga tinggi negara seperti BPK maupun BPKP. Sejak semester III para mahasiswa sudah diangkat mencaji CPNS dan berhak menerima 80% gaji. Jaminan bekerja di Departemen Keuangan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Apalagi mendapatkan uang saku, (sebenarnya gaji) dan tanpa biaya kuliah alias gratis.

Sebenarnya di STAN terdiri dari beberapa program diploma (Prodip). Pada tahun 1992, saat kami masuk, terdapat Prodip Pajak, Prodip Bea Cukai, Prodip Anggaran, dan Prodip Pegadaian. Bagi orang awam mereka semua dianggapnya mahasiswa STAN.



Untuk masuk STAN harus melewati proses yang cukup ketat. Proses pertama adalah seleksi awal berupa persyaratan akademis. Pendaftar yang bisa mengikuti ujian masuk hanya mereka yang memiliki nilai ijasah minimal 7. Terutama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Akuntansi, dan Ekonomi. Proses selanjutnya, mereka yang telah memenuhi persyaratan akademis akan mengikuti tes ujian masuk. Tes ujian masuk terdiri dari empat mata pelajaran. Untuk lulusan SMA, mata pelajaran yang diuji adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum. Sedangkan untuk lulusan SMEA dan SMA IPS (ekonomi), harus lulus dalam mata pelajaran Akuntansi. Proses ketiga khusus bagi calon mahasiswa Prodip Bea Cukai harus menjalani tes aerobik. Setelah semua tes tersebut berhasil dilalui maka pendaftar akan diterima sebagai mahasiswa STAN. Tetapi nanti dulu, ketika akan diangkat menjadi CPNS, mahasiswa STAN harus menjalani Litsus atau screening. Walaupun selama semester I dan II mendapatkan nilai bagus, tetapi jika tidak lulus Litsus mereka akan dikeluarkan. Saat ini sudah tidak ada lagi. Selanjutnya para mahasiswa STAN akan diancam Drop Out (DO) jika nilai IP nya dibawah 2,5. Sungguh proses perkuliahan yang sangat ketat.


Walaupun berat proses perkuliahan di STAN namun masih banyak lulusan SMU yang tertarik kuliah di sini. Saat ini, ketika biaya kuliah semakin mahal dan jaminan pekerjaan yang masih belum jelas, para lulusan SMU tetap tertarik untuk kuliah yang masih gratis dan jaminan bekerja di Departemen Keuangan.

Banyaknya peminat yang mendaftar dari seluruh Indonesia membuat kampus STAN seperti miniatur keberagaman bangsa Indonesia. Berbagai suku dan agama semua bersatu di bawah perguruan tinggi ini. Sebagian besar mahasiswa biasanya berasal dari daerah Jawa. Sehingga sering terdengar lelucon kalau bahasa resmi mahasiswa STAN adalah bahasa Jawa. Minimal lulusan STAN pasti mengerti bahasa Jawa.


Sejak tahun beberapa tahun terakhir fasilitas sekolah ini ditambah dan semakin lengkap. Hal tersebut karena persaingan dan kualitas lulusan di dunia kerja nanti akan semakin tinggi. Ruang perkuliahan yang semakin bagus, tambahan gedung baru, perpustakaan serta sarana dan prasarana penunjang yang semakin lengkap.





Waktu dulu saya baru masuk kondisi STAN masih gersang. Masih banyak tanah lapang dan semak. Akhirnya penduduk sekitar memanfaatkannya untuk menggembalakan kambing dan kerbau. Jadi jangan heran kalau kita kuliah tiba-tiba ada kambing yang masuk ke ruang kelas. Jangan-jangan sekarang sudah ada yang jadi ajun akuntan juga ? Sampai akhirnya ketika zaman kepala BPLK dijabat oleh Marzuki Usman, setiap Minggu pagi selenggarakan jalan sehat. Tapi jalan sehat Minggu pagi menjadi tidak nyaman karena banyak kotoran kambing dan kerbau di lingkungan kampus. Jadilah ketika itu dibuat kebijakan yang melarang mahasiswa merumput di lapangan. Eh.... maaf maksudnya larangan menggembalakan kambing di tanah milik BPLK. Jika masih ada kambing yang berkeliaran maka akan dikenakan sanksi, dipotong oleh pihak BPLK. Mungkin waktu itu para dosen jadi sering makan sate kambing.


Enaknya banyak tanah lapang adalah membuat mahasiswa giat berolah raga. Sepakbola merupakan kegemaran kami ketika itu. Ada beberapa tanah lapang yang disulap menjadi lapangan sepak bola. Cuma yang bikin rusuh adalah masuknya anak-anak kampung ikutan main bola sehingga sering terjadi keributan. Gara-gara berebut lapangan atau kalah bertanding bisa membuat mereka marah. Kadang para mahasiswa mengalah kepada mereka. Daripada bonyok jad tidak bisa kuliah, mungkin itu pikiran mahasiswa.

Saking seringnya berkelahi, anak-anak kampung sekitar membuat geng dengan nama DABORIBO. Kepanjangannya adalah DAmai BOleh RIbut BOleh (Norak amat ya ?). Artinya kalau ribut mereka lakonin tetapi kalau mau damai juga boleh. Sayangnya damai bukan sekedar salaman saja tapi harus membayar uang ganti rugi. Yang bonyok mahasiswa karena dikeroyok tetapi yang minta ganti rugi justru mereka. Aneh ?

Begitulah liku-liku kuliah di STAN saat itu, menyedihkan tapi juga sangat berkesan. Kalau kangen dengan keluarga di kampung atau ingin menelepon pacar mahasiswa harus antri di telepon kartu atau telepon koin di belakang koperasi mahasiswa (KOPMA). Kalau mau bebas menelepon harus jalan kaki ke sektor 3 yang jaraknya kurang lebih 5 km (waktu itu belum ada pintu ke arah Bintaro). Sepanjang perjalanan jangan harap bisa aman, karena kadangkala mahasiswa di palak uangnya oleh preman kampung yang sedang mabuk-mabukan. Sedih.

Mahasiswa daerah yang haus hiburan biasanya pada saat liburan akan nonton film di Pondok Aren Theatre (PAT). Bioskopnya sangat menyedihkan, banyak kutu busuknya, sehingga kalau sehabis nonton bisa gatal-gatal. Belum lagi resiko dihadang preman di depan bioskop. Karena tidak nyaman nonton di bioskop akhirnya mahasiswa yang kreatif memanfaatkan video untuk disewakan. Nah, kalau hari Sabtu dan Minggu penyewaan video antar mahasiswa laku keras. Videonya ada dua jenis, video Beta merk SONY atau video VHS yang kasetnya besar seperti buku paket. Ada temen seangkatan yang punya bisnis seperti ini, namanya Charles, mahasiswa dari Jakarta. Kalau ingin menonton video biasanya mahasiswa akan patungan, mengumpulkan uang agar tidak mahal. Filmnya bukan film bioskop, biasanya filmnya kebanyakan film BF. Hahahaha.... jadi kalau mau nonton mesti sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan pemilik kos.

Punya pacar merupakan kebanggan tersendiri buat mahasiswa cowok. Soalnya mahasiswi STAN sedikit sekali itupun yang memiliki nilai 7 ke atas sangat jarang. Jadinya kalau ada mahasiswi yang agak lumayan wajahnya bisa menjadi rebutan para mahasiswa pencari cinta. Padahal kalau di kampus lain mahasiswi tersebut biasa saja. Pernah suatu ketika kami serombongan mahasiswa pergi ke kampus UI untuk menonton konser musik. Ketika sampai di UI, teman-teman langsung melotot tidak berkedip melihat banyak pemandangan indah disekitarnya.

Kasihaannn deh loo.....



Jakarta, 14 Oktober 2008


Imron Rosyadi

STAN '95

Sumber :
Foto dari :
http://dewangga.stan-jakarta.com
Gambar kartun dari film animasi upin dan ipin

National Geographic POD