Thursday, October 30, 2008

TARIF PESAWAT

Dari milis tetangga nech :
Buat penyegaran aja nech....


"Tiket pesawat Surabaya - Bandung Rp. 600 ribu, Kalo Surabaya-JakartaCuma Rp. 160 ribu......apa nggak bingung tuh......matematika siapa yangsalah...., " kata Srigunani.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan harga-harga tiket tersebut.Walaupun secara matematika saya tidak tahu pasti karena terus terangsaya jeblok di mata pelajaran ini, tapi perlu diketahui bahwa adabeberapa pertimbangan yang diambil oleh airline operator dalammenentukan 'airfare' yang berlaku, misalnya :
KONDISI GEOGRAFIS.Sesuai data yang ada, Bandara Juanda (WRSJ-SUB) terletak padaelevasi/ketinggian 3 meter diatas permukaan laut (MSL), BandaraSoekarno-Hatta (WIII-CKG) di ketinggian 10 meter, sedangkan Lanud HuseinSastranegara terletak di ketinggian 740m. Jadi jelas bahwa jalur dariSurabaya ke Bandung itu lebih 'nanjak dan tentu saja membutuhkan lebihbanyak bahan bakar dibandingkan jalur Surabaya - Jakarta yang relatifdatar sehingga lebih 'ngirit' bahan bakar.
JARAK.Tarif pesawat dihitung dari besaran 'average fare per mile' yangberbanding lurus terhadap jarak; semakin jauh semakin mahal. Maka tariftiket Surabaya-Jakarta tentu jauh lebih murah karena jaraknya yangsaling berdekatan dengan pantai dibandingkan Bandung yang jaraknyarelatif jauh dari pantai.
PROFIL PENUMPANG.Berdasarkan survey terhadap penumpang pesawat dari Surabaya, mereka yangberangkat dengan tujuan ke Jakarta adalah dalam rangka 'Bisnis' (baca:cari duit), sedangkan mereka yang berangkat ke Bandung sebagian besardalam rangka 'Shopping' (baca: buang duit) seiring makin menjamurnyaFactory Outlet di kota kembang tersebut. Maka diadakanlah program tarifbersubsidi silang untuk meringankan ongkos penumpang yang sedangkesusahan cari duit.
OPERATIONAL COST.Biaya pelayanan penumpang tujuan Bandung biasanya lebih mahal, karenamereka menuntut nasi timbel panas, sayur lalapan segar, gurame goreng,pete bakar, sambal cobek terasi dan es kelapa muda lengkap denganbatoknya. Hal ini tentu menimbulkan biaya tambahan karena mempersiapkandan memasak hidangan ini di pesawat tentu lebih sulit dibandingkankatering siap-saji biasa yang cukup dihangatkan dalam microwave.
LOAD FACTOR.Kapasitas angkut penumpang terpaksa dikurangi hingga 30-40% agar dapatmemuat set cobek sambal, kelapa degan, panggangan ikan, kobokan tangandll tanpa melebihi batas Maximum Take-Off Weight. Passanger seat punterpaksa dicabut karena penumpang lebih memilih duduk lesehan di tikar,"Ameh asa di saung" kata mereka.
NAVIGASI.Dibandingkan Jakarta, papan penunjuk arah jalan di kota Bandung seringtidak jelas dan membingungkan. Sering terjadi pilot salah belok dankemudian terjebak jalan satu arah yang ternyata dipadati oleh angkot.Apalagi kemacetan yang terjadi setiap akhir pekan, menuntut pilotbekerja extra untuk menahan pedal kopling lebih lama. Oleh karena itujangan heran bila banyak pilot yang tidak mau menggunakan argometer danlebih memilih sistem borongan.
SUKU CADANG.Faktor ketersediaan suku cadang turut berpengaruh terhadap besarantarif. Bila pesawat mengalami kerusakan di Jakarta , terdapat alternatifpasar suku cadang dengan harga miring di Asem Reges, sebaliknya diBandung besar kemungkinan justru suku cadang dan komponen pesawat ituyang dipreteli untuk mengisi stok onderdil di pasar Sumur Bandung. Jadimungkin saja pesawat B737 yang terbang ke Bandung pulangnya berubahwujud menjadi Gantole.
FLIGHT CREW.Prosedur standar penerbangan di Indonesia biasanya menerapkan 2-mancockpit crew. Tapi untuk penerbangan ke Bandung diperlukan crew tambahanselain Captain dan First Officer, yaitu Translator. Hal ini diperlukanuntuk mengatasi kendala bahasa yang mungkin terjadi ....Contohnya seperti ini nih :PILOT : "Bandung Tower , selamat siang ... Japati 601 with Bravo,inbound for landing"TOWER : "Japati 601 ... rek naon maneh ka dieu?"PILOT : " Bandung Tower, Japati 601 request permission to land ..."TOWER : "Gelo ... Teu bisa! Ayeuna Persib keur tanding euy ...."TRANSLATOR : "Sok siah ... Dasar si borokokok, lamun teu di berelending, ku aing dibaledog ti luhur ..."TOWER : "Anjrit ...nya sok atuh lah ... klir to len, mangga Japati 601...."PILOT : "Affirmative ... Japati 601 cleared to land, Roger ..."TOWER : "Rojer nu mana deui ... ngaran aing mah Asep ... Asep Surasep tiBabakan tea ...."

No comments:

National Geographic POD