Thursday, December 3, 2009

Danau Dora

Cibinong, Desember 2009

Sudah beberapa hari diakhir pekan kami bermain di danau yang berlokasi di Bogor Ecologycal Park. Lokasinya di lingkungan LIPI Cibinong. Danaunya tidak terlalu besar namun saat ini sudah mulai tertata rapih. Pengunjung yang datang masih terbatas dari warga Cibinong dan sekitarnya. Maklum lokasinya belum masuk dalam daerah potensi wisata pemda Kabupaten Bogor. Menurut petugas keamanan di sana, nantinya lokasi ini menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor yang difungsikan sebagai lokasi konservasi dan suaka alam. Begitulah pesan yang dapat saya tangkap dari keterangan petugas keamanan di sana.

Awalnya datang kesana hanya ingin jalan-jalan bersama anak-anak sambil menikmati udara pagi. Setelah di sana ternyata cukup menarik juga buat saya. Karena danaunya masih dibiarkan alami hanya saja kurang pohon peneduh sehingga terasa panas. Mudah-mudahan ke depannya akan dikelola lebih baik lagi.

Dalam beberapa kunjungan ke danau tersebut saya selalu membawa berbagai jenis ikan untuk dilepas. Sebelumnya saya penasaran dengan jenis ikan tertentu. Ketika kami kecil, ikan tersebut sering kami juluki 'ikan kepala timah'. Nama tersebut karena di kepala ikan tersebut ada warna silver yang membedakannya dari ikan lainnya. Saya penasaran untuk membiakkan ikan tersebut di kolam kami. Sayangnya ikan yang kami tangkapi selalu mati dalam perjalanan. Jenis ikan lain yang membuat saya sedikit suprise adalah 'ikan cupang sawah' (Betta Splendens). Ternyata spesies ikan ini cukup banyak di danau tersebut. Karenanya dalam suatu kunjungan sengaja saya membeli ikan cupang jenis cupang siam yang memiliki sirip yang indah. Mudah-mudahan akan terjadi perkawinan secara alami dengan ikan cupang lokal tersebut.

Rencananya akhir pekan depan saya akan melepas beberapa ikan jenis gurami (ikan sepat) dari berbagai jenis. Sehingga variasi ikan di danau tersebut akan semakin banyak. Ikan yang sudah dilepas di danau tersebut diantaranya, sepasang lele albino, ikan mas, ikan koi, ikan cupang, dan ikan guppy sirip berwarna. Mudah-mudahan ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak dan semakin banyak.

Wednesday, December 2, 2009

Kisruh ....

Jakarta, 03 Desember 2009

Berita akhir-akhir ini adalah tentang pelaksanaan rekomendasi dari tim delapan dan usulan hak angket oleh DPR. Setiap hari semua media massa mengupas masalah ini, ada yang pro dan ada yang kontra. Inilah alam demokrasi dimana semua bebas mengeluarkan pendapat. Pihak yang pro status quo demikian gencar mempertahankan diri merasa sudah benar. Sedangkan Pihak lain yang kontra dengan gigih memperjuangkan pendapatnya, yang katanya atas nama rakyat. Ratusan orang mulai dari mahasiswa hingga rakyat miskin turun (diturunkan) ke jalan untuk demonstrasi. Seolah-olah semua rakyat sepakat dengan pendapatnya dan dengan lantang berkata bahwa 'suara rakyat adalah suara tuhan'.

Awalnya kasus ini sangat menarik, seorang direktur dibunuh oleh segerombolan preman. Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya terungkap kasus Antasari Ashar. Terlepas dari rekayasa atau tidak yang paling penting bagi saya adalah yang bersalah harus dihukum. Siapa yang bersalah ? Jawabannya adalah tunggu saja proses pengadilan selesai.

Tambah kemari kasusnya semakin membesar dan menyeret nama-nama lain. Bahkan kasus awalnya sudah hampir dilupakan. Ujung-ujungnya jadi pertarungan politik. Nggak jelas tokoh-tokoh kita ini. Setiap celah untuk menjatuhkan lawan politik langsung ditangkap dan dijadikan komoditas. Tinggal rakyatnya jadi ikut-ikutan ribut dan bikin keruh masalahnya.

Kasihan pemerintahan kita sekarang. Waktunya untuk bekerja seakan-akan 'direcoki' oleh hal-hal dan orang-orang yang mencari kesempatan dan popularitas. Terus terang lama kelamaan jadi malas juga ngikutin beritanya. Semua orang ikut bicara. Orang yang nggak penting aja diajak bicara. Tokoh-tokoh oportunis bermunculan.

Semoga SBY mampu mengatasi ini semua dan kembali ngurusin rakyatnya.

National Geographic POD