Tuesday, June 30, 2009

Kisah Keluarga Rustam III

Prolog

Rumah tangga Rustam dan Lolly banyak menyimpan cerita menarik, terutama kisah petualangan Lolly yang cantik. Kehadiran anak angkat dalam keluarga mereka, Rio, pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi kedua pasangan tersebut. Bagaimana kisahnya kita ikuti cerita berikut ini.

Rio Kucing Anggora Yang Kampungan

Rio sejak kecil senang bertualang ke kampung-kampung sekitarnya. Walaupun peraturan di rumah ketat sekali namun dengan kecerdikannya dia bisa saja mencari celah ketika kami sedikit longgar. Pertemanan dengan Chiko membawa perubahan yang besar sekali dalam kehidupan Rio yang notabene merupakan kucing ras. Kami sekeluarga adalah pecinta kucing, sehingga setiap perkembangan kecil dari kucing peliharaan kami selalu diikuti. Melihat perkembangan Rio yang pada akhirnya merubah perilaku ras anggora yang biasanya kalem, lembut dan manja menjadi berperilaku seperti kucing kampung membuat kami sedikit khawatir. Takutnya nanti terjerumus kepada pergaulan yang tidak diinginkan. Seperti yang kita ketahui bersama, sat ini minum-minuman keras dan narkoba [istilah Bang Haji, Mirasantika] saat ini sudah masuk ke pelosok kampung. Kemudahan atau akses untuk memperolehnya pun sudah sedemikian mudah. Di sekolah-sekolah yang dulunya merupakan tempat yang sakral sekarang sudah mengkhawatirkan dengan adanya bandar-bandar narkoba yang mengincar sasaran anak sekolahan. Tapi syukurlah di kompleks kami semua warga sangat perhatian terhadap hal-hal tersebut sehingga keamanan lebih terjaga. Rio walaupun bergaul dengan kucing kampung dan berperilaku seperti kucing kampung mampu menjaga diri. Cuma itu tadi, kampungan !.

Masa Remaja Rio

Pertumbuhan Rio sangat baik. Secara fisik tubuhnya memang sedikit lebih kecil daripada Rustam, namun Rio terlihat lebih atletis. Badannya berotot karena sering beraktifitas. Kalau Rustam terlihat besar dan tambun, sementara Rio tidak demikian. Mungkin karena sering main dan manjat pohon pada akhirnya membuat Rio tumbuh sehat dan kuat. Sebagai kucing remaja, keingintahuan Rio sangat besar terhadap segala sesuatu. Misalnya kegemarannya mencuri ikan milik tetangga. Anehnya Rio kalau di rumah sangat baik. Kami mempunyai kolam ikan yang berisi berbagai jenis ikan, ikan mas, ikan koi, ikan patin, cat fish dan lain-lain. Tidak pernah sekalipun kami melihat Rio mencuri ikan-ikan yang ada di kolam kami. Tetapi beberapa tetangga komplain, mengatakan kalau setiap malam Rio selalu nongkrong di kolam ikannya dan mencuri ikan-ikan milik tetangga. Pak Bambang pernah memergoki Rio mencuri ikan miliknya. Pak Dwi yang juga memiliki kolam ikan yang bagus harus bersusah payah menutup kolamnya dengan ram kawat, walau pada akhirnya ikannya habis juga. [sekarang saya melihat kolamnya kering, maaf ya Pak]. Kemudian Pak Boy yang pernah mendapati Rio mencuri ikan koi-nya. Untuk kasus Pak Boy ada yang sedikit aneh. Misalnya siangnya atau hari sebelumnya saya bercanda meminta ikan koi-nya untuk saya kemudian tidak dikasih, nah... besoknya ikan koi itu sudah dicuri oleh Rio. Padahal saya nggak nyuruh loh... [bener nih Pak Boy !].

Pagar Makan Tanaman (Perselingkuhan Lolly Jilid III)

Kehadiran Rio dalam keluarga Rustam dan Lolly mewarnai keceriaan dalam hubungan mereka sehari-hari. Rio yang sudah menjadi remaja akhirnya membawa bencana bagi keluarga Rustam. Anak angkat yang seharusnya berbakti kepada kedua orangtuanya malah akhirnya seperti pagar makan tanaman. Rio selingkuh dengan Lolly !. Mungkin awalnya hanya bercanda namun lama-kelamaan Lolly jadi hamil. Kehamilan ini pada akhirnya melahirkan anak-anak kucing yang keren-keren. Anak hasil hubungan terlarang ini berjumlah empat ekor, namun yang seekor meninggal ketika masih bayi. Ketiga anak kucing ini diberinama Zidane, Leo dan Cici. [Kisah mereka ada disini].

Trafficking !

Walaupun kami senang sekali dengan kehadiran bayi kucing yang lucu-lucu tapi ternyata repot juga memelihara kucing sebanyak itu, 6 ekor anggora ditambah 1 ekor kucing kampung. Biaya makan yang membengkak membuat kami berfikir untuk mengkomersialkan mereka. Niatnya bayi-bayi ini akan kami perjual belikan untuk menutupi biaya kebutuhan keluarga mereka. Repotnya lagi, mereka harus sering dimandikan. Shampo kucing, sisir, hair dryer dan berbagai peralatan lain. Sempat seekor kami jual kepada seorang teman yang main ke rumah dan langsung terpikat. Namanya Cici, berwarna kelabu dan gemuk lucu. Melihat hal tersebut kami langsung berfikir untuk beralih ke bisnis jual beli kucing anggora.
Namun niat kami tidak kesampaian karena berdasarkan ajaran agama kami [ada hadistnya shahih Bukhari Muslim] ada larangan untuk memperjual belikan kucing. Selain itu kami juga takut akan terjerat pasal dalam undang-undang trafficking. Bahkan kabarnya Indonesia menempati peringkat dua di seluruh dunia yang masuk dalam Daftar Pengamatan Khusus (DPK) kasus trafficking. Peringkat itu berdasarkan data USAID per Juni 2006. Wah... tambah ngeri aja.

Epilog

Sekarang semuanya sudah tiada. Perjalanan hidup Rustam telah berakhir, meninggal di rumah kami karena sakit. Sementara Lolly lebih menderita lagi, meninggal ketika kami berikan kepada seorang teman, juga karena sakit. Zidane, anak Lolly dan Rio kami berikan ke saudara dan akhirnya meninggal karena sakit. Leo kami berikan ke Pak Adi teman kantor, menurut kabar sekarang telah berpindah tangan lagi ke saudaranya. Sementara Cici telah nyaman dalam peliharaan teman kami. Sekarang tinggal Rio yang masih ada di rumah. Bahkan saat ini Rio juga telah memiliki seekor anak dari kucing tetangga. Demikian kisah keluarga Rustam semoga dapat diambil pelajaran dan ada hikmahnya.

THE END


Kumpulan Foto Kenangan :

Lolly setelah melahirkan keempat anak Rio



Si Bengal !



Masa Kecil Zidane, Leo, Cici, dan Rio Jr


Cici


Zidane


Leo

2 comments:

rianeda2008 said...

kucing2nya bagus2, itu kucing pribadi?

Bond said...

Iya Bu, tapi sekarang sudah nggak ada. Tinggal satu si Rio Ferdiansyah.... hehehe

National Geographic POD