Monday, June 14, 2010

Botak dan Jantungan

Istriku memperlihatkan sebuat artikel tentang kesehatan dari majalah Fitness edisi Juni 2009. Judulnya "Waspada Kebotakan dan Postur Pendek". Pas sekali dengan kondisi saya saat ini yang sedang punya masalah kerontokan rambut.

Menurut Harvey B. Simon, peneliti dari Universitas Harvard terdapat fakta mengejutkan tentang ciri penderita penyakit jantung. Selain orang yang berbadan tambun, penyakit jantung ternyata mengintai mereka yang bertumbuh pendek dan botak.
Riset terhadap 3.932 pria menunjukkan, lebih dari 47% pria penderita jantung mengalami kebotakan dengan pola dan tingkatan berbeda. Semakin meningkat kerontokan rambut, risiko terkena penyakit jantung juga kian besar.
Gejala terlihat pada pria berusia dibawah 55 tahun, mereka yang mengalami kerontokan rambut parah punya kemungkinan 1,7 kali menderita penyakit jantung.
Sementara itu, pria yang tingginya tak lebih dari 150 cm berisiko mengalami gagal jantung 2 kali lipat dari pria pada umumnya.
Waspadalah bila salah satu anggota keluarga atau teman dekat memiliki ciri- ciri tersebut. Tell Him !!! (Fitness, edisi Juni 2009)

Begitulah isi dari artikel tersebut. Saya yang mendengarnya kemudian tertarik untuk membacanya. Setelah dibaca saya menyimpulkan sebagai berikut :

  1. Harvey B. Simon adalah peneliti dari Universitas Harvard di Inggris. Penelitian beliau dilakukan terhadap orang Eropa yang makanan dan jajanannya berbeda dengan orang di Indonesia sini. Jadi nggak usah khawatir bagi orang Indonesia yang paling-paling cuma makan tahu, tempe, serta jajan es cendol.
  2. Penelitian dilakukan terhadap orang Eropa yang sebagian besar memiliki postur tubuh yang tinggi. Hanya sebagian kecil saja orang Eropa yang berpostur pendek. Jadi tidak relevan jika hasilnya mengatakan orang yang posturnya pendek memiliki resiko penyakit jantung. Jangan-jangan si peneliti pernah ditolak cintanya oleh Si Putri Sinden Panggung yang jadi TKW karena lebih memilih Mas Joko teman sekampungnya yang kebetulan pendek tapi sudah menjadi tamu di hatinya. Lain halnya jika penelitian dilakukan di Indonesia dan risetnya terhadap orang Indonesia.
  3. Perhatikan kalimat ini : Riset terhadap 3.932 pria menunjukkan, lebih dari 47% pria penderita jantung mengalami kebotakan dengan pola dan tingkatan berbeda. Jadi hasil penelitiannya dilakukan terhadap penderita jantung yang mengalami kebotakan. Menurut saya ini sangat WAJAR, karena sudah pastilah orang yang punya penyakit jantung akan mengalami kebotakan. Bagaimana tidak, kalau tiap hari dipikirin penyakitnya lama kelamaan bisa stres dan akhirnya rambutnya jadi rontok lalu kemudian botak.
  4. Terkait dengan kalimat di atas, jika Si Harvey ini mengelak. Misalnya dia bilang, maksudnya penelitian tersebut dilakukan terhadap orang yang mengalami kebotakan akan berisiko terkena penyakit jantung. Nah kalau beliau bilang begitu lebih enak lagi. Saya akan membuat penelitian yang menyimpulkan bahwa untuk mencegah penyakit jantung kita bisa menggunakan Shampo Anti Ketombe agar rambut tidak rontok.

Sebenarnya bukan karena nggak percaya sama Mas Harvey tadi, juga bukan karena postur saya yang pendek dan sedang mengalami kerontokan rambut, masalahnya "Live must go on" (ini kata 'orang sono' juga). Nanti gara-gara mikirin rambut saya yang pada rontok jadi tambah stres dan ujung-ujungnya jantungan beneran.

Bang Mamat Punya NPWP

Seperti biasanya pagi-pagi Bang Mamat sudah rapih. Kemeja kotak-kotak andalannya ditambah celana jeans dan jaket kulit. Rambut disisir rapih dan harum tubuhnya tercium sampai rumah tetangga. Sambil bersiul-siul senang Bang Mamat mematut-matut dirinya di depan cermin. "Kagak bejaban !!!" ujarnya sambil nyengir-nyengir sendiri. Tanpa sadar sepasang mata curiga mengawasinya dari balik pintu. Sebuah tatapan penuh curiga yang amat sangat. Siapa pemilik tatapan mata curiga tersebut? Ternyata, tak lain dan tak bukan, hanya dan hanya dia, siapa lagi kalau bukan Mpok Saodah, istrinya. Setelah kejadian tempo hari ketika Bang Mamat membujuknya agar bisa kawin lagi, boleh jadi hari ini ada apa-apanya. Istri mana yang tidak terbakar api cemburu melihat suaminya tiba-tiba menjadi wangi dan rapih. Sementara Bang Mamat sedang sibuk di depan cermin Mpok Saodah sudah tak kuat lagi menahan rasa cemburu dan curiga dihatinya. Pikirnya, jangankan dia yang hanyalah seorang wanita biasa, Gunung Gede dan Gunung Pangrango pun yang mesra selama ini bisa saja meletus jika salah satunya menahan rasa curiga bercampur dengan api cemburu. Karena sudah tak kuat lagi, akhirnya Mpok Saodah menegur suaminya.

"Mau kemane Bang, tumben-tumbenan pagi-pagi udah rapih banget ?!!" katanya sambil mendelik.

"Eh, elu Dah. Biase mau ade keperluan" jawab BM enteng.

"Keperluan ape? Emangnye elu kagak narik ni hari ?" selidik Mpok Saodah masih dengan curiga.

"Narik ? Itu mah nanti aje, siang-siangan dikit. Abang mau ade keperluan nih" kata BM santai sambil menarik-narik jambulnya.

"Keperluan ape sih ! Dari tadi perla perlu kagak jelas juntrungannye ! Jangan-jangan Abang mau ngelancong lagi ye... ??? Pagi-pagi buta ude dandan. Minyak wangi ude ngembreng baunye. Emangnye mau kemane ??!!" Mpok Saodah mulai nyerocos kayak petasan ceplik.

"Nah... Nah... Mulai lagi deh. Bentar dulu jangan emosi. Abang mau pergi ke kantor pajak. Mau bikin NPWP" jelas BM sambil berusaha menenangkan istrinya yang sudah kalap. Mpok Saodah yang mendengar penjelasan BM akhirnya mulai tenang sedikit.

"Eeh... Aye kire Abang mau kemane ?" kata Mpok Saodah sambil mesem-mesem malu.

"Makanye jangan curigaan melulu !" bales BM merasa di atas angin.

"Udah, Abang pamit mau berangkat!" kata Bang Mamat sambil ngeloyor.

"Iya deh, Titi DJ ya Bang !" kata Mpok Saodah.

"Hah !! Apaan tuh Titi DJ ?" Bang Mamat heran, sambil melihat istrinya.

" Itu... Omongannye anak jaman sekarang. Artinye Ati-ati di jalan!" kata si Mpok senang karena punya istilah anak ABG.

"Oohh... Baek dah !" jawab Bang Mamat yang langsung nyemplak di motornya.


Singkat cerita akhirnya Bang Mamat sampai juga di KPP. Setelah bertanya dengan seorang Satpam, akhirnya Bang Mamat diantar ke seorang petugas pajak.

"Selamat pagi pak. Ada yang bisa kami bantu ?" sapa petugas pajak tersebut ramah.

"Hmm... Ini Pak, saya mau bikin NPWP kayak yang di tipi itu" jawab Bang Mamat agak grogi.

"Oh, begitu ya. Bapak bawa persyaratannya ?" kata petugas pajak sambil senyum.

"Hmm, anu... Apa ya persyaratannya ?" Bang Mamat kikuk.

"Persyaratannya mudah Pak. Hanya perlu fotokopi KTP Bapak saja" jelas petugas pajak.

"Oh, baik Pak. Tapi saya belom fotokopi" jawab Bang Mamat.

"Tidak apa-apa Pak. Mari biar kami bantu fotokopi" kata petugas pajak tersebut ramah dan pergi sebentar untuk memfotokopi KTP milik Bang Mamat. Setelah kembali dan menyerahkan KTP aslinya, petugas pajak tersebut mulai menjelaskan mengenai hak dan kewajiban Bang Mamat sebagai Wajib Pajak. Ketika sampai pada pertanyaan mengenai kegiatan usahanya, Bang Mamat menjawab,

"Usaha saya milik sendiri Pak, di bidang transportasi. Kadang-kadang saya ikut teman saya jadi broker" jawabnya.

"Maksud Bapak, memiliki usaha rental mobil?" selidik petugas pajak.

"Oh, bukan Pak! Transportasi roda dua" jawab Bang Mamat.

"Oh begitu ya. Berapa unit yang Bapak punya dan berapa penghasilan setiap harinya?" tanya petugas pajak.

"Lumayanlah Pak, cukup untuk bikin dapur saya ngebul" jawab Bang Mamat kemudian.

"Hmm... Maksud saya berapa rupiah dalam sehari yang Bapak peroleh?" tanya petugas pajak sedikit bingung.

"Yaa... Kalau lagi rame sih, dapetlah seratus. Tapi kalo sedang sepi paling juga tiga puluh sampe lima puluh lah" jawab Bang Mamat polos.

"Maksud Bapak, kalau sedang ramai bisa mencapai seratus juta per hari?" kata petugas pajak mulai antusias membayangkan potensi penerimaan pajak buat kantornya.

"Bujuggg ! Duit siapa tuh Pak ?" Bang Mamat kaget mendengar duit juta-jutaan.

"Loh ! duit Bapak bukan ?" petugas pajak ikutan kaget dan heran.

"Duit saya ???" Bang Mamat malah balik bertanya.

"Iya... Bapak tadi bilang begitu ?" sahut petugas pajak jadi bingung.

"Dari mana ya ???" jawab Bang Mamat ikutan bingung.

"Dari usaha seperti yang Bapak bilang tadi ?" petugas pajak mencoba memberitahu.

"Ah, masak sih Pak?" Bang Mamat masih belom percaya.

"Hmm... Begini Pak. Tadi Bapak mengatakan usaha pokok Bapak adalah jasa transportasi kendaraan bermotor roda dua dan usaha sampingannya adalah broker. Nah, dari usaha jasa transportasi tersebut, menurut Bapak memperoleh penghasilan seratus. Saya tanya apakah jumlahnya seratus juta. Nah, Bapak malah kaget. Begitu Pak" jelas petugas pajak dengan sabar.

"Ohh, begitu" sahut Bang Mamat polos.

"Iya Pak. Memang usaha Bapak ini sebenarnya jasa apa ?" petugas pajak akhirnya penasaran.

"Oh, itu ya. Sebenarnya saya bergerak di bidang usaha ojek" jawab Bang Mamat sambil senyum-senyum simpul.

"Hmm... Punya berapa armada Pak?" tanya petugas pajak.

"Cuma satu Pak" jawab Bang Mamat kalem.

"Hmmmm... Cuma satu ya...?" balas petugas pajak mulai putus asa.

"Nah, usaha sampingan Bapak sebagai broker, maksudnya apa ya ?" lanjut petugas pajak penasaran.

"Oh, kalo itu sih ikut-ikutan temen aja cari obyekan. Kalau ada orang nyari motor seken, rumah atau tanah, saya bantu nyariin lawannya" jelas Bang Mamat.

"Hmmmmmmmm... Begitu ya...." petugas pajak jadi lemas.

"Iya Pak begitu itu usaha saya sehari-hari" sahut Bang Mamat nyengir.

"Pak, memang semua warga negara berhak sekaligus wajib mendaftarkan dirinya untuk memperoleh NPWP. Namun hak memiliki NPWP tersebut memiliki konsekwensi untuk membuat dan menyampaikan laporan masa dan tahunan. Ada dua kelompok Wajib Pajak perorangan seperti yang Bapak ajukan. Yang pertama, Wajib Pajak Orang Pribadi yang memperoleh penghasilan dari satu pemberi kerja atau Wajib Pajak karyawan. Kelompok kedua adalah Wajib Pajak yang melakukan pekerjaan bebas atau Wajib Pajak pengusaha dan profesional. Untuk kelompok pertama, Wajib Pajak karyawan kewajiban pelaporannya cukup setahun sekali melalui SPT Tahunan. Kelompok kedua, bagi mereka yang memiliki usaha sendiri atau profesional, selain wajib menyampaikan SPT Tahunan, mereka juga wajib melaporkan pajaknya setiap bulan. Nah, jika kewajiban lapor tidak dipenuhi maka akan dikenakan sanksi denda. Bagaimana Pak ? Sudah paham belum ?" tanya petugas pajak setelah menjelaskan hak dan kewajiban Bang Mamat jika sudah memiliki NPWP.

Sementara itu Bang Mamat yang dari tadi menyimak penjelasan dari petugas pajak terlihat manggut-manggut.

"Saya paham Pak" jawab Bang Mamat.

Kemudian petugas pajak tersebut menjelaskan lagi mengenai waktu pelaporan dan penyetoran, cara penghitungan dan memberikan contoh formulir perpajakan. Kemudian datang petugas lain yang memberikan sebuah kartu mirip dengan kartu ATM.

"Pak Mamat bin H. Muhammad, ini kartu NPWP Bapak sudah selesai. Silahkan diterima sekalian dengan formulir pajaknya. Untuk sementara melihat dari penghasilan yang diperoleh, Bapak cukup melaporkan kewajiban pajak Nihil untuk setiap bulan dengan menggunakan formulir SSP ini. Mulai bulan depan Bapak bisa lapor kewajiban Bapak di kantor ini. Jika ada yang kurang jelas nanti bisa meminta keterangan dari AR Bapak. Saya doakan agar usha Bapak sukses dan bertambah armadanya " jelas petugas pajak tersebut sambil menyerahkan kartu NPWP milik Bang Mamat.

"Amiiin... Terima kasih atas penjelasannya Pak " jawab Bang Mamat sambil menerima kartu NPWPnya.

"Maaf Pak, berapa ya ongkosnya" jawab Bang Mamat ragu-ragu.

"Oh maaf Pak, semua pelayanan pajak tidak dipungut biaya" petugas pajak tersebut menerangkan.

"Terima kasih Pak atas pelayanannya" Sahut Bang Mamat gembira.

"Sama-sama Pak" kata petugas pajak tersebut tersenyum.

Setelah memperoleh NPWP segera Bang Mamat pergi dengan motornya menuju penjual stiker di pinggir jalan. Muncul idenya agar usaha ojeknya laku keras. Setiba di tukang stiker, Bang Mamat segera memesan stiker. Setelah beberapa jam kemudian selesailah stiker pesanan Bang Mamat. Sekarang seluruh body motornya penuh dengan tulisan.


MAMAT BIN MUHAMMAD NPWP : 59.XXX.XXX.X-017.XXX

OJEK RESMI BER NPWP

NAIKLAH OJEK INI, BERARTI ANDA TURUT SERTA MEMBANGUN BANGSA

ORANG BIJAK NAIK OJEK BANG MAMAT !!!

Obrolan Ringan di Seputar Kantor

Ada Yang Manis ?

Pegawai Cowok : "Mbak di situ ada yang manis-manis nggak ?"

Pegawai Cewek : "Ada Mas..."

Pegawai Cowok : "Aku minta doong !"

Pegawai Cewek : "Nih... !"

(Sambil tersenyum genit dan menyorongkan badannya)

Pegawai Cowok : "Bbbbb.... issss...kkkuuiiittt... mmmaakk...suddddd...nnyyyaahhh"

(Tiba-tiba mendadak gagap, seperti Azis Gagap di OVJ)


Pisang 2 Sisir

Seorang teman di tugaskan di kantor perwakilan di Kupang, NTB. Petugas Office Boy nya penduduk lokal bernama Markus. Orangnya tinggi besar, berambut keriting dan berkulit gelap. Suatu hari dia menyuruh si Markus untuk membeli kebutuhan sehari-harinya.

Pegawai (P) : "Markus, saya minta tolong kamu pergi ke toko beli sesuatu. Bisa tidak !

?"

Markus (M) : "Bisa Bapak !"

P : "Baik. Kamu belikan saya, Sabun Camay satu, Pasta gigi Sensodyne satu, Rokok Sampoerna Mild empat bungkus, Coca cola besar dua botol, Autan satu kotak, dan pisang dua sisir"

(Sambil menuliskan pesanannya di secarik kertas)

P : "Ini catatannya, dan ini uangnya"

M : "Baik Bapak !"

P : "Kamu ingat tidak ?"

M : "Siap Bapak ! Markus ingat !"

Markus segera pergi ke toko untuk belanja kebutuhan teman tersebut.

Karena sibuk bekerja, baru sore hari teman saya ingat pesanan belanjanya. Segera dia memanggil Markus untuk menemuinya.

P : "Markus, mana pesanan saya tadi ?"

M : "Sudah Bapak. Sudah Markus taruh di Mobil Bapak !"

P : "Oke, terima kasih ya"

M : "Sama-sama Bapakk !"

Pegawai tersebut segera memberskan pekerjaannya dan siap pulang menuju mobilnya. Kemudian sebelum pergi dia mengecek kembali barang-barang belanjaannya. Ketika melihat belanjaan yang ada di mobilnya, dia kaget. Segera dia memanggil Markus untuk ditanyai.

P : "Markus !!"

M : "Ada apa Bapak panggil-panggil Markus"

P : "Coba kamu lihat ini !"

(teman terlihat agak kesal)

M : "Iya Bapak, lihat apa Bapak"

P : "Ini... Tadi kan saya suruh beli Abun Camay. Kenapa kamu beli sabun Giv ?!!"

(Nadanya keras dan sedikit emosi, maklum orang Batak)

M : "Aduh Bapak, Sabun Giv bagus Bapak. Markus suka Bapak. Harum Bapak"

P : "Lalu ini... Kenapa kamu belikan pasta gigi Pepsodent. Gigi saya kan sensitif, kenapa bukan Sensodyne ?!!"

M : "Aduh Bapak. Orang-orang di sini semua pakai pasta gigi Pepsodent Bapak !"

P : "Lalu... Mana Coca colanya ???"

M : "Coca colanya sudah Markus minum Bapak. Sama teman-teman Bapak !"

P : "Ini, kenapa pisangnya cuma sebuah dan dua sisir ini untuk apa ???"

M : "Bapakkk... Tadi Bapak bilang beli pisang dua sisir. Ini pisangnya... dan ini dua sisirnya Bapak"

Teman saya langsung lemas mendengar jawaban-jawaban dari Markus.

Seperti yang diceritakan teman saya David Sahat ketika cerita pengalamannya di Kupang.

(Harusnya orang seperti Markus cocok jadi anggota Dewan nih... Jadi politikus di Senayan, karna jago berkelit.... Atau Bodoh ya ????)

Sunday, February 28, 2010

DARIPADA PELIHARA KAMBING ...

Pernah dengar idiom seperti ini kan, DARIPADA PELIHARA KAMBING LEBIH BAIK BELI SATENYA. Paham nggak artinya ? Kurang lebih begini; daripada repot kawin lagi, lebih baik melacur. (Maaf kalau terlalu vulgar).

Inilah yang sering saya dengar kalau ngobrol antar pria. Tujuan ucapan kalimat seperti ini jelas sekali, mendiskreditkan (meledek) teman pria yang menikah lagi (poligami). Anehnya yang bicara atau mendukung paham seperti ini lumayan banyak. Bahkan terkesan bangga sekali dengan pernyataannya.

Terus terang saja, saya kok nggak setuju sekali dengan mereka ini. Bahkan saya salut dengan mereka yang 'berani' untuk poligami. Pokoknya dengan alasan apapun saya setuju. Sekalipun hanya untuk yang namanya nafsu.
Sekarang kalau boleh pilih (jujur ya) istri mana yang memilih suaminya poligami atau melacur. Pastiya tidak akan ada memilih salah satu dari pilihan tersebut. Walaupun ada mungkin sedikit sekali.

Namanya saja nikah sirri (maaf kalau salah penulisan). Kurang lebih artinya pernikahan rahasia, tanpa diumumkan, nggak pake rame-rame, cukup kedua mempelai, dua orang saksi, wali (wali hakim) dan penghulu.

Walapun pada akhirnya proses nikah siri yang seharusnya baik kemudian berkembang menjadi tidak baik itu bagian dari perkembangan zaman. Memang tidak dapat dipungkiri jika muncul kesan seolah-olah terjadi pelacuran terselubung. Terserah mereka yang melakukannya. Mereka akan menaggung akibatnya jika tujuan awalnya salah. Pernikahan dan Anak yang tidak diakui secara hukum positif itu harga yang harus mereka terima. Artinya pihak perempuan juga punya pilihan apakah mereka mau jika dinikahkan secara siri. Inilah yang perlu diinformasikan sebelumnya. Hak dan kedudukan perempuan yang ljavascript:void(0)emah jika pernikahannya tidak tercatat harus diberitahukan sebelumnya. Jangan ketika sudah menikah siri kemudian ada masalah rumah tangga yang disalahkan nikah sirinya. Lah wong yang nikah resmipun akan bermasalah jika terjadi perceraian. Mulai dari masalah hak asuh anak hingga pembagian harta gono gini. Jadi bukan nikah sirinya yang salah tapi orangnya. Kenapa sejak awal tidak diberi pengetahuan dan informasi tentang hak-hak kedua.

Memang (katanya) dalam RUU tentang nikah siri tidak melarang nikah sirinya. Namun ancaman bagi para pelaku sangat tidak masuk akal buat saya. Masak pelaku nikah siri akan diancam dengan sanksi pidana dengan ancaman hukuman penjara. Sementara pria yang tertangkap melacur cukup di data dan dengan uang sekedarnya bisa langsung pulang.
Kalau menurut saya, menghadapkan hukum Allah dengan sanksi hukum dunia sepertinya kurang pas. Biarlah mereka pelaku nikah siri yang niatnya salah sehingga menzalimi perempuan dan menelantarkan anak hasil pernikahannya diancam oleh sanksi dari Allah. Pemerintah jangan ikut-ikutan menghukum pelakunya.

Saya takutnya akan banyak perzinahan dan pelacuran jika sanksi hukuman bagi pelaku nikah siri diatur oleh pemerintah. Alasan untuk mengangkat hak wanita yang nikah siri saya rasa nggak masuk akal. Coba saja lihat perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan, bukankah nantinya akan banyak perempuan yang tidak menikah. Saat ini dengan dalih emansipasi atau persamaan hak jumlah wanita yang bekerja untuk mencari nafkah semakin tinggi. Sementara lapangan kerja (untuk laki-laki) akan semakin sedikit. Akhirnya banyak laki-laki yang kehilangan kesempatan kerja, ujung-ujungnya karena terdesak untuk menghidupi keluarga akan meningkatkan tindak kriminalitas. Dari sudut lain, semakin banyak anak yatim atau anak yang orangtuanya bercerai tidak mampu melanjutkan pendidikannya. Luas sekali dampak yang akan terjadi jika orang tidak berani untuk nikah siri.

Melihat hal tersebut menurut saya pemberian sanksi bagi pelaku nikah siri malah akan berdampak sosial yang besar. Kalalu niatnya untuk melindungi hak-hak perempuan tidak pas jika mengancam pelaku atau melarang nikah siri. Berikan informasi dan edukasi kepada setiap perempuan yang belum atau yang sudah melakukan nikah siri mengenai hak dan kewajibannya. Berikan sanksi bagi pelaku nikah siri yang jelas-jelas menzalimi perempuan secara fisik atau menelantarkan keluarganya.

Saya pernah temui pasangan nikah siri yang sebenarnya ingin nikah secara resmi namun tidak punya uang. Padahal niatnya baik dan menghindari zinah.
Kalau akhirnya pemerintah benar-benar mengeluarkan undang-undang yang akan membuat orang takut untuk nikah siri, idiom LEBIH BAIK BELI SATENYA DARIPADA PELIHARA KAMBINGNYA akan semakin dapat pembenarannya dan semakin banyak penganutnya.

Padahal kalau tidak sanggup pelihara kambing jangan coba-coba memeliharanya. Bau kambingkan tahu sendiri, bisa tercium kemana-mana. Apalagi makan sate kambing, kalau terlalu banyak bisa kena stroke karena darah tinggi. Nah, kalau belom sanggup memelihara kambing tapi mau makan satenya, yang enak cari PSK di Babakan Madang. Di sana terkenal sekali satenya enak, kambing muda pula. Tapi PSK di Babakan Madang singkaan dari Pedagang Sate Kiloan yang menyediakan kambing muda. Hehe...

Inilah fenomena yang mengantarkan pada tanda-tanda akhir zaman.

Wallahualam

Poligami : Betawi Punya Gaya

Suatu hari Bang Mamat lagi muter otak mikirin bagaimana cara yang pas ngomongin niatnya mau kawin lagi. Ketika bininya, Mpok Saodah, lagi nyapu, Bang Mamat memulai aksinya.
"Dah... Tadi pagi abang denger pengajian di radio" pancing Bang Mamat sambil menikmati kopi dan rokok kreteknya.
"Lah, tumben abang dengerin pengajian !??" sahut Mpok Rodiah heran sambil tetap asyik menyapu.
"Kagak tau tuh, abang kebetulan aje denger pengajian tadi pagi" lanjut Bang Mamat sedikit grogi. Memang iya juga sih pikirnya. Soalnya Bang Mamat biasa dengerin lagu dangdut di radio transistor dua bandnya.
"Pengajian apaan bang?" tanya Si Mpok yang masih memegang sapunya sambil mendekati suaminya.
"Ntu... soal perempuan..., Kate ustadnye, perempuan nyang ridho suaminya kawin lagi, ganjarannya kagak tanggung-tanggung, SORGA !!!" jelas Bang Mamat yang sebisa-bisa gayanya ingin membujuk istrinya.
Mpok Saodah ngedenger suaminya ngomong begitu udah mulain kelihatan mangkelnya. Tapi masih bisa ditahan sambil menggigit bibir bawahnya.
"Hmmm... Begitu ya Bang ???" sahut Mpok Saodah pura-pura belom ngarti.
"Lahh... Iya Dah ! Malahan tuh ustad bilang gini. Kalo ente mau masuk Islam, jangan setengah-setengah!" kata Bang Mamat mulai seneng denger jawaban istrinya yang polos. "Maksud Abang pegimane???" nyahut Mpok Saodah tambah bingung. Bang Mamat yang denger istrinya kebingungan denger ucapannya tambah merasa naik daun. "Ini die nyang ane tunggu-tunggu" pikir Bang Mamat sambil mesem sendiri-diri.
"Maksudnye, kalo kite ngaku orang Islam, kite mesti menerima seluruh hukum ALLAH! Jangan setengah-setengah!" kata Bang Mamat mulai ngejelasin istrinya. Gayanya mirip Uje lagi ceramah di TV.
"Waduhh??? Maksudnye ape??? Aye kagak ngarti !" bales Mpok Saodah tambah bingung.
"Maksudnye begini Dah, kalo kite ngaku Islam, kite kan kudu ngejalanin hukum Islam. Kite, Sholat, puase, jekat (ucapan orang Betawi untuk Zakat) , haji, dan beramal soleh. Nah, salah satu hukum Alloh yang orang perempuan kagak terima adalah poligami. Sama nyang satu ini biasanye orang perempuan pade gerah. Jangankan ngejalanin, ngebayanginnye aje udah pade keringet dingin" Bang Mamat mulai ngejelasin kayak ustad beneran. Sementara Mpok Saodah yang mulain berasa ada yang kagak beres mulai ngedeketin suaminya sambil nenteng sapu. Kayaknya sudah kagak nafsu lagi beberes rumah.
"Nah, ape lagi tuh ?" kata Mpok Saodah mulai kesel.
"Begini Dah, kalo elu ngaku orang Islam. Lu juga kudu menerime tuh masalah poligami. Nah, kalo Abang mau kawin lagi, lu kudu terima dan ridho" Bang Mamat mulain ngomongin maksudnya. Mpok Saodah masih menahan diri biar kagak kelihatan marahnya.
"Ooh... Maksudnye Abang mau kawin lagi ? Aye sih kagak ape-ape, Aye ridho kalo Abang mau kawin lagi. Aye terime kalo dimadu" kata Mpok Saodah dengan tenangnya. Kontan aja Bang Mamat kegirangan. Dia nyengir-nyengir sendiri mirip kuda.
"Saodah, Abang kagak nyangka ati lu gede banget. Lu emang istri solehah kata Bang Haji Rhoma. Lu ahli sorga Dah !" Bang Mamat jadi terharu mendengar jawaban istrinya seperti itu. Dia langsung nyamperin tuh istrinya mau nyosor pipinya saking girangnya. Namun...
"Eeiitt ... Nanti dulu Bang ! Jangan maen sosor aje kayak bebek liat cacing. Aye punye syarat yang kudu Abang penuhin" cegah Mpok Saodah. Bang Mamat yang udah monyong langsung berhenti.
"Nah lu ? Ade syaratnye ??? Apaan tuh ????" tanya Bang Mamat bingung.
"Iye, ade syaratnye. Cuman 4 doang syarat dari Aye" kata Mpok Saodah tenang sambil ngeliatin lakinya yang bengong.
"Ape aje syaratnye ?" tanya Bang Mamat masih keder.
"Gampang !" jawab Mpok Saodah. "Syarat pertama, kalo Abang mau kawin lagi. Perempuan yang Abang kawinin agamanye harus lebih pinter dari Aye. Lebih solehah !" kata Mpok Saodah.
"Lebih solehah ? Iye Abang paham" jawab Bang Mamat. "Trus... Syarat keduanye ape !" tanya Bang Mamat sedikit penasaran.
"Syarat kedue, Tuh perempuan harus leih kaya dari Aye" lanjut Mpok Saodah. Bang Mamat mikir, pasti biar jatah belanjanya kagak dikurangin.
"Iye, Abang Ngarti" jawab Bang Mamat sambil ngangguk-ngangguk kayak burung pelatuk.
"Trus... Syarat ketiganye ???" tanya Bang Mamat penasaran.
"Syarat ketiga. Perempuan yang mau jadi bini Abang harus lebih cakep dari Aye" kata Mpok Saodah masih berusaha tenang. Wah, kagak ngaca apa nih Saodah. Mukanye udah kayak pantat dandang aje, pikir Bang Mamat sambil ngebayangin wajah Minah, orang kampung seberang kali, yang tiap hari naik ojeknya ke pasar.
"Iye... Iye... Abang ngarti. Abang pilih yang cakepnye lebih dari lu Dah" jawab Bang Mamat kegirangan dalam atinye.
"Nah... sekarang syarat lu yang terakhir ape ?" tanya Bang Mamat tambah penasaran.
"Syarat Aye yang terakhir gampang Bang" kata si Mpok yang sudah siap-siap sudah nyekel gagang sapunya.
"Apaan tuh !????" tanya Bang Mamat lagi semakin penasaran.
"Syarat terakhiiirr.... LANGKAHIN DULU MAYAT AYE... !!!!!" teriak Mpok Saodah kalap sambil mukulin tuh gagang sapu ke kepala Bang Mamat. Bang Mamat kaget bukan main melihat istrinya kalap sambil mukulin sapu ke kepalanya. Sambil tutupin kepalanya pake tangan Bang Mamat lari terbirit-birit menuju motornya di luar rumah, langsung tancap gas !.
"DASAARRR...!!! LELAKI MATA KERANJANG !!! ENAK AJE LU MAU PAKE KAWIN LAGI... BINI ATU AJE KAGAK LU URUSIN... PAKE BAWA-BAWA AGAMA SEGALA. MAMPUSS AJE LUUU... !!!" teriak Mpok Saodah kesetanan sambil nguber-nguber Bang Mamat yang ngacir dengan motornya.