Wednesday, January 5, 2011

Opini Saya : Menghindari Kejahatan


Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mal nashir, wa la haula wala quwwata illa billahi hal ‘aliyyul ‘azim.” 

Membaca doa ini pada saat dimana kita dihadapkan pada sebuah keadaan yang kita sudah tidak kuasa lagi menghadapinya.   Lafadz ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. ketika akan dilemparkan ke dalam api, diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika terdesak pada waktu perang Uhud, dan diucapkan oleh Nabi Musa a.s. ketika Nabi Musa a.s. melihat lautan terbentang dihadapannya. 

Kadang kita merasa takut akan sesuatu yang dapat membahayakan diri.  Membaca doa ini merupakan refleksi dari kepasrahan kepada Dzat Yang Maha Tinggi.  Biasanya saya membacanya ketika memasuki sebuah wilayah yang dikenal rawan.  Misalnya daerah sepi atau terminal atau tempat lain yang berpotensi timbul kejahatan.  
Menurut saya, akan sangat bijaksana apabila kita menghindari atau mencegah suatu konflik atau kejadian buruk daripada menghadapinya.  Sekalipun kita menyandang Dan Tiga karateka tapi kalau sudah bertemu preman dan kawan-kawannya... Ujung-ujungnya bonyok juga.  Hanya ketika membacanya kita harus yakin akan pertolongan dari Allah SWT.  Karena dengan keyakinan tersebut akan memantapkan doa yang kita ucapkan.

Ucapan itu merupakan salah satu ucapan terbaik yang dikeluarkan orang-orang beriman. Ucapan tersebut diabadikan Allah pada surat Ali Imran ayat 173, yang artinya:

"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
[TQS. Ali ‘Imran (3): 173 ]

Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr]“. 
(QS. 8:40)

Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Fa "Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr"]“. 
(QS. 22:78)

Jadi, kalimat-kalimat dzikir tersebut diambil dari nash-nash al-Quran. Menurut sebagian Ulama’ kalimat-kalimat tersebut adalah bagian dari Asmaul-Husna, yang baik untuk disebut-sebut dalam dzikir, sesuai dengan maksud yang diinginkan. 

Apabila seseorang menginginkan ampunan dari Allah, maka ia mengucapkan “Yâ Ghafûr” [Wahai Dzat Maha Pengampun], bila ingin mendapat kelapangan rizqi, maka mengucapkan “Yâ Razzâq” [Wahai Dzat Pemberi rizqi]. Begitu pula di sini, jika ingin mendapatkan perlindungan, mengucapkan HasbunalLlah-u Wani’mal-Wakîl, Ni’mal-Mawlâ Wani’man-Nashîr”. Arti dzkir ini adalah: Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”.

sumber :  

No comments:

There was an error in this gadget