Sunday, May 17, 2009

BURHAN

Minggu, 17 Mei 2009

Jatinegara....
Akhirnya kesampaian juga Radja pergi ke Jatinegara. Dalam perjalanan saya menceritakan sejarah tentang daerah Jatinegara zaman dahulu. Daerah yang eksotik, dengan jejak sejarah yang masih tersisa. Rumah-rumah warga keturunan yang masih berdiri. Kusam dan penuh dengan cerita tentang keberadaan mereka dahulu kala.


Rencana pergi ke Jatinegara sebenarnya sudah sejak lama di idam-idamkan oleh anakku. Sejak pertama kali kami kesana untuk membeli beberapa hewan peliharaan, sejak itu Radja selalu ingin pergi ke sana. Tujuannya untuk membeli binatang peliharaan lagi. Ketika ulang tahunnya kemarin (14 Mei 2009) ia minta agar saya mengajaknya pergi ke Jatinegara.

Hari minggu kemarin, ketika mengunjungi neneknya di Pasarminggu, setelah mampir sebentar kami langsung pergi ke Jatinegara.

Ketika sampai di tujuan Radja langsung pergi sendiri menelusuri jalan tanpa menunggu saya yang masih sibuk parkir. Semangat sekali. Pedagang kelontong dan pedagang kakilima yang ada di sepanjang jalan tidak menarik perhatiannya. Tujuannya langsung menuju pasar hewan yang banyak menjual berbagai jenis hewan. Dari macam-macam ikan, kura-kura, berbagai jenis burung, monyet, tupai, sampai binatang langka yang anehnya banyak dijual bebas disana.

Menyusuri para penjual hewan saya perhatikan matanya sibuk mencari-cari binatang yang diinginkannya, Burung Elang. Ketika Radja melihat beberapa burung elang dia langsung tertarik dan berhenti. Dengan cueknya dia menanyakan macam-macam, langsung ke pedagang burung.

Setelah saya jelaskan bahwa burung elang termasuk hewan buas dan langka sehingga tidak boleh dipelihara akhirnya dia mau mengerti. Dengan sedikit kecewa Radja akhirnya kami sarankan memilih binatang lain saja. Terinspirasi acara The Master di RCTI yang menampilkan Limbad dengan ciri khas burung hantunya, maka Radja memilih burung hantu untuk dipelihara. Seperti biasanya dia langsung memberi nama hewan peliharaannya. Nama yang dipilihnya adalah Burhan (burung hantu), tapi nama panggilannya adalah Hans. Hehehe.... asal jangan ada nama bukan gurunya lagi aja ya.





3 comments:

abhan creative said...

Pertama Om' Mau ucapin SELAMAT ULANG TAHUN buat Radja...!!!
terus selamat juga akhir bisa piara burung Hantu juga.. tapi di rawat yach.. biar BURHAN-nya nggak sakit 'n mati.

dengan spontan begitu dah di dalam mobil langsung keluar nama buat burung itu.. Han..nama panggilannya BURHAN nama panjangnya.. Hahahahahhh...!! mang ponakan yang satu ini beda,

Bond said...

Om... si Han... malemnya langsung mati...
Kasihan... besok beli lagi deh yang agak gedean...

abhan creative said...

Yaahhh,,, gimana sich..! terus radja gimana? sedih donk.

sekarang jadi pelihara jangkrik nya aja donk..!
kasihan banget sich Radja, padahal seneng banget tuch dia, berarti belum sempet di pamerin ke temen2nya donk..

sabar aja ya Radja

National Geographic POD