Friday, December 8, 2006

Kahatur Ibu sareng Bapak
Di Bandung

Assalaamu’alaikum wr.wb
Bismillahirahmaanirrohiim

Bu, pak, ade asa teu puas ngobrol sareng ibu-bapak kamari, asana teh teu acan tiasa ngalandongan nyeri ibu-bapak.
Ade saatos nampi telepon ti ibu, (nuju di tangerang). Deg, dada ade asa nyesek, soca ade pinuh ku cisoca. Ade ambil wudlu, trus sholat lohor. Trus ade ngadoa, sapertos biasa anu ngawitan rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayanii shagiira Ya Tuhanku, ampunilah dosaku, dosa ayah-ibuku serta kasihilah keduanya (orangtua) sebagaimana kasih mereka mendidikku waktu kecil. Teras dina doa ade ge laa illaha illaa anta subhanaka innii kuntu minazhzhaalimiin Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim. Doa nabi Yunus anu ngantunkeun kaumna.
Bu, doa ieu ade resapin dugi ka tilu kali. Anu biasana sakali, ayeuna ade ulang tilu kali. Duh bu, Allah yang membolak-balikkan hati manusia, Allah yang memberikan hawa nafsu. Emosi ade kana jadi lanceuk tos diambang kesabaran. Ade sedih bu, nangis! Ibu-bapak sabarnya, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa ade. Saatos berdoa hati ade rada tenang. Emut wengi tos ngaji, teu acan ngaos terjemahanna. Ade baca. Ayeuna ade ngaos terjemahan Al-Quran juz 16 surat An Nahl ayat 100-128, juz 17 Al Isro ayat 1-30. Tiap ayat ade perhatoskeun. Ade masih keneh kaemutan ka aa, kirang kumaha ibu-bapak. Anu tos ngabekelan pendidikan agama ka anak-anaknya.
Ayat-ayat Al-Quran anu di aos ieu bu, tambih seueur cisoca ade. Ya Allah, ade mung jalmi biasa, anu gaduh emosi, kirang sabar. Ya Allah mudah-mudahan Engkau ampuni dosaku, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Bu, ade kutip An Nahl ayat 125-128. “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(125)”. “ Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.(126)”
Bu, emutan ade masih keneh ka kelakuan aa. Ade buka Al-Quran, ade mendak tiap kakesel, jawaban ti Allah. Duh bu, ibu-bapak mudah-mudah termasuk orang yang Allah berikan kesabaran tak terbatas (karena memang sabar itu harusnya tiada batas). Amin. Sabar kanu sifat-sifat aa. Ibu-bapak masih keresa ngabuka pintu maaf, masih membuka tangan ibu, masih keresa nulungan aa nu tos nganyenyeri perasaan ibu-bapak. Bu, ade nangis deui. Ya Allah sedih hati ade, kunaon aa teh teu sadar kalau ibu-bapak masih menutup mulutnya untuk caci-maki, karena takut laknat ibu didengar Allah. Ibu yang sudah menahan amarah karena takut amarah ibu didengar Allah. Ade heran bu, kenapa???? Aa terganggu emosinya, auranya selalu negatif pada setiap orang. Bu, mungkinkah aa bisa disembuhkan? Wallahualam. Kedah kumaha deui carana.
“ Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.(127)” “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.(128)”
Bu, kanjeng Rasul ge sabar karena Allah masihan kasabaran luar biasa ka Rasul menghadapi orang-orang kafir. Urang hanya hamba Allah yang mudah-mudahan oge dipasihan kasabaran menghadapi semuanya.
Bu, jangan sedih lagi ya. Jangan juga merasa dada ibu sempit. Karena sekarang ade merasakan kesempitan dada itu sangat tidak enak! Sempit dada hanya bisa mengeluarkan air mata. Perih hati ibu ade rasakan juga.
Allahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika naashiyatii biyadika maadhin fiyya hukmuka ‘ad-lun fiyya qadhaa’uka. As’aluka bikullismin huwa laka sammaita bihii nafsaka au anzaltahu fii kitaabika au ‘allamtahu ahadammin khalqika, awista’tsarta bihi fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka an taj’alal qur’aana rabbi’a qalbii wa nuura shadril wa jalaa’a ghammii wa dzihaaba huzni wa hammii. “Ya, Allah sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu dan anak hamba-Mu yang perempuan. Ubun-ubunku ada dalam tangan-Mu, berlakulah atasku hukum keputusan-Mu dan adillah atasku segala taqdir-Mu. Aku mohon pada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari mahluk-Mu atau yang Kau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi-Mu kiranya Engkau jadikan kitab al-Quran jadi kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesusahanku dan menghilangkan duka citaku. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Al- Isra’
Ayat 9 “ Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan yang lebih lurus) dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
Bu, ade bersyukur, meskipun ade tidak sedalam ibu-bapak mempelajari agama. Allhamdullillah Allah memberikan ketenangan lewat firman-frmanNya. Segala sesuatu ade selalu kembali kepada kitab suci. Mudah-mudahan ade diberi pemahaman yang mudah.

Ayat 15 “ Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seseorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”
Bu, ibu jangan sedih lagi ya...
Anak-anak ibu sudah besar semua, ade akan memikul dosa-dosa ade sendiri, aa juga demikian ....
Pasti ibu langkung terang, tapi jangan putus berdoa buat aa, mudah-mudahan ibu –bapak tetap menahan lidah untuk tidak mengeluarkan laknat. Karena ibu-bapak takut Allah akan mendengarnya. Mudah-mudahan ibu-bapak seperti nabi Nuh yang tiada henti mengajak anaknya kembali ke jalan Allah.
Ayat 23 “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya telah berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Aa pastina oge terang kana ayat-ayat ieu. Mudah-mudahan aa dipaparin hidayah ku Allah. Amin ya Rabbal’alamin
Ayat 24 “ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”
Ayat 25 “Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada di dalam hatimu, jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”
Hhhh.....lega hati ade ayeuna bu, tinggal soca anu masih peurih. Hanya kepada Allahlah tempat mengadu dan Hanya kepada Allahlah minta pertolongan.
Ibuku sayang.....Bapakku sayang
Jangan lagi menangis
Ada Allah yang selalu melindungi
Ada Allah yang akan menghapus kepedihan itu
Ada Allah yang Penyayang
Allah . . . Allah . . .
Hanya kepada-Mulah tempat kami bergantung
Ampunan-Mu yang kami harapkan

Ibuku sayang
Aku adalah anakmu
Tapi aku bukanlah milikmu
Bapakku sayang
Aku adalah anakmu
Yang telah engkau jaga sampai aku bersuami

Ibu-bapakku sayang
Tuntas sudah kewajiban kepadaku
Sekarang aku sudah menjadi tanggung jawab suamiku
Allah Maha Pengasih
Allhamdulillah aku terurus dengan baik

Ibu-bapakku sayang
Gembiralah ....
Tersenyumlah .....
Aku takkan gembira sampai kalian gembira
Aku takkan tersenyum sampai kalian tersenyum

“Allaahummaj’al khaira ‘umrii aakhirahu wa khaira ‘amalii khawaatiimahu wa khaira ayyaamii yauma liqaa’ika”
Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu.
Amin ya Rabbal’alamin.

1 comment:

Bond said...

Dikutip dari surat aslinya...
[Sabar Ya sayang... jangan sedih ...]

National Geographic POD