Wednesday, December 29, 2010

JURNAL AFF SUZUKI 2010



Jakarta 30 Desember 2010

Perhelatan sepakbola ASEAN baru saja usai. Hingar bingar pemberitaan media massa seakan tak ada habisnya. Informasi yang menceritakan mulai dari profil tim hingga kehidupan pribadi pemain, semua menjadi sumber berita yang hangat.

Disela kesibukan sayapun masih sempat mengikuti pemberitaan melalui media elektronik. Ada pemberitaan yang menurut saya positif dan adapula yang negatif. Pemberitaan ini saya coba rangkumkan menjadi sebuah kesimpulan.

Dari sumber media yang sangat terbatas serta melihat langsung fenomena penyelenggaraan Piala AFF Suzuki 2010 ada beberapa hal yang patut menjadi renungan dan catatan untuk bangsa ini.
1. Euforia masyarakat yang luar biasa memunculkan atmosfer yang positif (diluar hujat-menghujat antara Indonesia dan Malaysia).
2. Munculnya kecintaan masyarakat terhadap Timnas Sepakbola sekaligus menaruh harapan yang besar kepadanya.
3. Diluar kegagalan menyabet trophy juara namun hampir seluruh suporter tetap memberikan support dan dukungannya kepada pemain (diluar teknis permainan sepakbola tentunya).
4. Desakan sebagian masyarakat sepakbola untuk mengadakan perubahan ditubuh organisasi sepakbola tanah air (terlepas siapa yang memimpin saat ini, apakah itu Nurdin atau Thukul Arwana).
5. Munculnya rasa nasionalisme yang luar biasa, yang ditunjukkan sebagian besar masyarakat melalui penggunaan atribut dan simbol-simbol negara (jangan lagi permasalahkan penggunaan lambang Garuda di baju pemain. Kebanggan akan negara yang harus dilihat. Konyol saja jika gugatan hukum tetap dilakukan).
6. Kejuaraan seperti ini sudah ada sejak lama, namun euforia saat ini sangat berbeda sekali. Saya melihat banyak faktor yang membuat kejuaraan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Fenomena Irfan Bachdim, Christian Gonzales, Pelatih, skill individu, permainan cantik Okto dan M. Nasuha, serta gosip dan pemberitaan tentang keluarga. Semua dikemas oleh media melalui pemberitaan yang semakin menyulut euforia kepada timnas.
7. Kejuaraan kali ini menjadi pemersatu bangsa kita. Kenyataan inilah yang harus dilihat oleh para pemimpin bangsa. Betapa indahnya sebuah persatuan. Mereka meniadakan perbedaan, fokus mereka hanya tertuju kepada satu hal, Sepakbola.
8. Terakhir adalah stimulasi positif terhadap perekonomian masyarakat. Berapa miliar keuntungan yang diperoleh oleh PSSI dari penyelenggaraan event ini. Berapa miliar keuntungan para pengusaha garment baik industri besar maupun skala home industri untuk memenuhi melonjaknya permintaan kaos timnas. Berapa ratus juta keuntungan kaum marginal yang mencoba mengais rezeki menjadi calo tiket, penjual kopi, pedagang kaki lima dan sopir angkutan umum.

Dibawah ini sengaja saya cuplik berita-berita yang menurut saya baik dan sangat positif. Mohon maaf buat Detiksport.com, vivanews.com, dan kapanlagi.com karena mengcopy materi berita anda. (Kalo ada yang komplai akan saya hapus deh... :-))




Momentum Bersatunya Suporter Tanah Air
Meylan Fredy Ismawan - detiksport

Jakarta - Ada hikmah yang bisa dipetik dari gelaran Piala AFF 2010 yang baru saja berakhir. Berbagai elemen suporter yang sebelumnya sering terlibat gesekan, kini bersatu padu dalam semangat kebersamaan mendukung timnas Indonesia.

Piala AFF 2010 berakhir dengan damai. Tak ada kerusuhan atau aksi anarkis yang dilakukan suporter Indonesia meski tim 'Merah Putih' gagal juara setelah dikalahkan Malaysia.

Sportivitas yang diusung suporter Indonesia ini memang patut diacungi jempol. Mereka sama sekali tak memandang asal daerah, basis klub yang mereka dukung di kompetisi lokal, dan sejarah panjang perselisihan antarsuporter klub. Semua suporter yang tumpah ruah di stadion setiap kali Indonesia bertanding kompak dan punya tujuan yang sama: mendukung tim Garuda.

Kekompakan di antara para suporter memang jadi barang mahal di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Fanatisme yang mereka usung saat mendukung klub kesayangan di kompetisi lokal kadang berujung rusuh, entah dengan suporter klub lain atau dengan aparat keamanan.

Saking kronisnya 'penyakit' rusuh ini, sampai-sampai terbentuk poros-poros gabungan suporter beberapa klub tertentu yang berseberangan dengan poros yang lain. Dan parahnya, konflik antarsuporter ini berlanjut meski generasi telah berganti. Kebencian telah mendarah daging tanpa disertai alasan yang jelas.

Ikrar perdamaian yang sering diserukan selalu tak berumur panjang. Rusuh dan bentrokan lagi-lagi terjadi.

Kini, setelah hajatan Piala AFF berakhir, kita bisa melihat kenyataan bahwa sebenarnya suporter Indonesia bisa akur, bisa kompak, tanpa rusuh, tanpa bentrok. Pertanyaannya adalah, apakah kemesraan ini akan begitu saja diakhiri ketika para suporter ini kembali ke klub masing-masing? Tentu amat disayangkan seandainya hal tersebut terjadi.

Ikatan persaudaraan antarsuporter yang telah terjalin di sepanjang turnamen Piala AFF sudah sepatutnya dipertahankan, meski dalam level kompetisi yang berbeda. Apalagi, kekompakan suporter ini juga dipuji oleh para pemain timnas.

"Saya sangat bangga dengan suporter Indonesia. Kalian semua hebat. Benar-benar suporter terbaik di dunia. Saya bangga dengan kalian semua dan jadi orang Indonesia," ujar Irfan Bachdim lewat situs mikroblogging Twitter.

"Kita bisa lihat tawa pedegang asongan dan pemimpin kita bersama-sama di GBK. Ini namanya satu bangsa. Aku rindu persaudaraan di GBK. Bisakah kita bersaudara, seperti di GBK?" timpal Arif Suyono, juga lewat akun Twitter-nya.

Pernyataan dua punggawa timnas ini tentu menunjukkan betapa manisnya kekompakan dan rasa persaudaraan antarsuporter. Rasa manis yang tak perlu kita rusak dengan bentrokan lainnya di masa depan.
( din / din )
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/072025/1535598/76/momentum-bersatunya-suporter-tanah-air


Presiden SBY Sanjung Timnas dan Suporter
Detiksport, Moksa Hutasoit - detiksport

Jakarta - Meski gagal jadi juara, perjuangan luar biasa timnas Indonesia dapat sanjungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY juga memuji aksi simpatik suporter yang tak melalukan aksi anarki.

"Presiden memberikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras timnas tadi malam," ujar Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Kamis (30/12/2010).

Meski tidak berhasil merebut Piala AFF, prestasi Timnas sudah mendapat catatan tersendiri bagi presiden. Semangat serta daya juang para pemain, lanjut Julian, menunjukan tim ini memiliki masa depan yang cerah.

"Meski tidak berhasil boyong piala, mudah-mudahan ke depan kita bisa," imbuh Julian.

Presiden juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada suporter Indonesia yang sudah berperilaku baik selama pertandingan. Menurut Julian, anggapan selama ini suporter Indonesia terkenal sebagai biang rusuh, terbukti tidak berlaku.

"Sikap penonton Indonesia sangat arif bisa menahan diri dan mampu bersikap sportif," lanjutnya.

Apakah pemerintah akan mengundang para pemain Timnas ke Istana? "Oh itu tentu bisa saja, tapi kita harus lihat jadwal Presiden dulu," tutup Julian.
( mok / din )
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/082329/1535631/76/presiden-sby-sanjung-timnas-dan-suporter


PSSI Jangan Lagi Diisi Orang Parpol atau Mantan Pejabat
Moksa Hutasoit - detiksport

Jakarta - Wacana mereformasi PSSI menguat seiring meningkatnya permainan Indonesia di Piala AFF 2010. Otoritas sepakbola nasional itu pun diminta segera berbenah diri dengan diisi oleh orang-orang independen.

"PSSI harus diisi oleh orang yang punya keinginan memajukan sepakbola, orang-orang yang independen, bukan mantan pejabat, supaya tidak ada lagi kepentingan parpol, apalagi kalau diisi dari parpol," beber Anggota Komisi X (bidang olahraga) DPR Dedi Gumelar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/12/2010).

Dedi atau biasa dipanggil dengan Miing menjamin, organisasi ini tidak akan pernah beres jika diisi oleh orang-orang yang sudah disebutkannya tadi. "Pasti bakal ada kepentingan rangkaian kekuasaan," imbuhnya.

Meski begitu, Miing tidak ingin jika pengurus PSSI saat ini mundur di tengah jalan. Baginya, Munas PSSI yang akan berlangsung tahun depan adalah saat yang tepat untuk mengganti seluruh pengurus PSSI yang lama.

Miing pun mengajak, siapa pun yang benar-benar ingin memajukan sepakbola nasional dengan tulus, untuk segera maju dalam pertarungan tersebut. "Yang punya keinginan memajukan sepakbola, supaya maju," tandasnya.

Foto: Antre tiket suporter. Salah satu hal yang jadi sorotan selama Piala AFF 2010 ini adalah buruknya manajemen tikcketing PSSI.

( mok / din )
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/061817/1535635/76/pssi-jangan-lagi-diisi-orang-parpol-atau-mantan-pejabat


Membangun Indonesia, Silakan Contoh Timnas
Andri Haryanto - detiksport

Jakarta - Timnas Indonesia tampil penuh semangat dan determinasi sepanjang Piala AFF 2010. Meski gagal jadi juara, kerja keras dan tekat Firman Utina cs adalah contoh sempurna buat seluruh warga Indonesia membangun bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Kamis (30/12/2010).

"Masyarakat perlu menjadikan kerja keras Timnas sebagai motivasi bangsa untuk membenahi Indonesia," kata Hikmahanto.

Sebagai orang yang mengaku pecinta dunia sepakbola, Hikmahanto menuturkan, upaya dan kerja keras Timnas patut diapresiasi seluruh lapisan masyarakat, meski harapan untuk merebut juara kandas di kandang sendiri.

"Apa yang telah diperbuat oleh Timnas selama beberapa pekan ini bisa menjadi modal agar di masa mendatang para pemain dan pelatih bisa keluar sebagai juara," tuturnya.

Acungan jempol dia berikan juga kepada suporter Indonesia yang menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Menurutnya, sikap sportifitas suporter mendukung tertib jalannya pertandingan.

Hal itu terbukti dengan tidak adanya tindakan tidak terpuji dari suporter. Padahal, sebelumnya suporter sempat geram dengan aksi laser suporter Malaysia dalam partai leg I di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Minggu (26/12) lalu.

"Ternyata para pendukung Indonesia bisa lebih sportif daripada pendukung Malaysia," katanya.

( ahy / din )


Indahnya Persaudaraan di GBK
Narayana Mahendra Prastya - detiksport

Jakarta - Arif Suyono mendapatkan kesan tersendiri selama penyelenggaraan Piala AFF 2010. Gelandang timnas Indonesia ini melihat keindahan rasa persaudaraan di Stadion GBK, sesuatu yang bakal dia rindukan nantinya.

Piala AFF 2010 telah berakhir, namun ada satu kesan yang membekas di hati Arif Suyono. Pemain Sriwijaya FC ini sangat terkesan dengan atmosfer yang tercipta di Stadion Gelora Bung Karno.

"aku rindu persaudaran d gbk,dmn tawa pemimpin kt n pedagang asongan melebur jadi satu...sesuai smboyan bangsa..bhineka tunggal ika..." tulis dia lewat akun twitternya @arifsuyono.

Berbagai kalangan hadir di Stadion GBK mulai dari rakyat jelata hingga para pejabat negara sampai dengan presiden. Meski banyak di antara mereka menghadapi kesulitan untuk mendapatkan tiket, harus berjuang keras dan melalui berbagai kesemrawutan penjualan tanda masuk, namun ketika berhasil memasuki stadion, semua ada dalam satu hati: untuk Indonesia.

Kebahagiaan bukan hanya milik mereka yang berkesempatan untuk duduk di salah satu bangku di Stadion GBK. Keceriaan lain juga menjadi milik para pedagang yang mencoba mencari nafkah, mendapatkan penghidupan lewat menjual kaos, jaket, dan segala pernak-pernik timnas Indonesia. Keuntungan lebih tentu juga dinikmati oleh para penjual makanan dan minuman selama kejuaraan berlangsung.

Penampilan anak buah Alfred Riedl selama turnamen memang cukup menjanjikan. Sejumlah muka baru yang menjadi pilar timnas memberikan kesegaran dan semangat tersendiri baik itu bagi tim mau pun para pendukungnya.

Memang pada akhirnya Indonesia gagal menjadi juara di final keempat yang mereka jalani. Namun begitu Arif Suyono merasakan ada kebahagiaan lain yang terpancar dari GBK, yang bakal terus dia rindukan.

"Kita bisa lht tawa pedegang asongan n pemimpin kita bersama-sama d gbk...ini namanya satu bangsa..aku rindu persaudaraan d gbk..Bisakah kita bersaudara,seperti d gbk... ," demikian Arif.
( nar / din )
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/014000/1535563/76/indahnya-persaudaraan-di-gbk


Irfan: Indonesia Tetap yang Terbaik
Meylan Fredy Ismawan - detiksport

Jakarta - Meski Indonesia kalah di final Piala AFF 2010, Irfan Bachdim menganggap tim 'Merah Putih' tetap yang terbaik. Irfan juga memuji suporter Indonesia yang telah memberikan dukungan luar biasa.

Indonesia harus puas dengan predikat runner up di Piala AFF 2010. Pasukan Alfred Riedl kalah agregat 2-4 dari Malaysia.

Kekalahan ini tak membuat kebanggaan Irfan Bachdim atas timnas Indonesia luntur. Pemain berdarah Belanda ini menilai tim Garuda tetap yang terbaik.

"Kami mengalahkan mereka (Malaysia) dua kali. Itu tak cukup untuk memenangi piala. Tapi kami adalah yang terbaik di sepanjang turnamen. Dan suporter kami adalah yang terbaik," demikian kicau Irfan dalam akun Twitter-nya, @irfanbachdim10.

Jebolan akademi Ajax Amsterdam itu juga menyanjung suporter Indonesia. Ia mengaku bangga melihat dukungan luar biasa yang diberikan kepada timnas di sepanjang turnamen.

"Saya sangat bangga dengan suporter Indonesia. Kalian semua hebat. Benar-benar suporter terbaik di dunia. Saya bangga dengan kalian semua dan jadi orang Indonesia," tuntas kekasih Jennifer Kurniawan ini.
( din / nar )
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/004844/1535557/76/irfan-indonesia-tetap-yang-terbaik


Bepe: Inilah Sepakbola
Rossi Finza Noor - detiksport

Jakarta - Indonesia menghajar Malaysia dengan skor 5-1 di fase grup namun kalah agregat 2-4 dalam dua laga final. Menyanjung permainan rekan-rekannya, Bambang Pamungkas menyebut timnas tak beruntung.

Gol-gol dari Cristian Gonzales, M Ridwan, Arif Suyono, Irfan Bachdim serta bunuh diri Asrsruddin memberi Indonesia kemenangan 5-1 dalam laga pembuka Piala AFF 2010. Saat itu gawang Markus cuma ternoda sekali lewat aksi Norshahrul.

Tampil luar biasa hingga babak semifinal, Indonesia malah menelan hasil memalukan saat digasak 0-3 dalam lawatan ke Malaysia di final pertama. Kesempatan membalas di GBK tak terpenuhi dengan sempurna karena kemenangan 2-1 tak cukup untuk menghadirkan gelar juara.

"Pertandingan malam ini luar biasa. Kita sedikit tidak beruntung tapi inilah sepakbola. Perlu diketahui kita tidak kalah, tapi kita memang tidak jadi juara. Sekali lagi saya ingin ucapkan selamat pada Malaysia," ungkap Bepe dalam konferensi pers usai pertandingan.

Dalam akun twitternya, @bepe20, sang striker juga meminta rekan-rekannya dan segenap skuad Merah Putih tidak menyerah. Enam kemenangan dan satu kekalahan hanya memberi status runner up untuk Indonesia.

"Ternyata 6 kemenangan dan hanya sekali kalah, belum mampu membawa pulang trophy itu saudara-saudara.. Tetap Semangat...!!!" tulis Bepe.
( din / nar )
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/003040/1535554/76/bepe-inilah-sepakbola


Obati Kegagalan di AFF dengan Medali Emas SEA Games
Luhur Hertanto - detiksport

Jakarta - Untuk keempat kalinya, Indonesia kembali harus puas hanya menjadi finalis di Piala AFF. Kini medali emas SEA Games dibidik untuk mengobati kegagalan di Piala AFF.

Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2010 usai kalah agregat 2-4 dari Malaysia. Ini merupakan kali keempat laskar Merah Putih gagal menjadi juara di turnamen sepakbola antarnegara di Asia Tenggara.

"Timnas kita sudah berjuang sekuat tenaga, dari awal hingga akhir. Sayang sekali banyak peluang terutama di babak pertama tidak berhasil menjadi gol. Kalau saja penalti itu berhasil, cerita bisa lain. Walaupun kalah secara agregat, tetapi kita tetap menang di leg kedua. Menang dengan ksatria, kalah agregat dengan ksatria pula. Sebenarnya, total agregat Indonesia-Malaysia adlh 7-5. Artinya secara keseluruhan, kualitas permainan timnas kita lebih baik, tapi nasib berkata lain," kata Menpora Andi Mallarangeng ketika dihubungi detiksport melalui telepon.

Andi mengatakan bahwa untuk mengobati kegagalan ini, tahun depan timnas sepakbola ditarget meraih emas di ajang SEA Games. "Kita harus segera berbenah, terutama PSSI. Tahun depan ada SEA Games. Ini harus kita menangkan, sebagai ganti kesempatan yang hilang di AFF. Bedanya, SEA Games adalah kompetisi U23, artinya kita harus menyiapkan pemain-pemain muda yg mampu menjadi yg terbaik di Asia Tenggara," terangnya.

Dari Piala AFF, Andi mengatakan bahwa Indonesia memiliki pemain muda yang potensial seperti Okto Maniani, Irfan Bachdim, dan Yongki Aribowo. Untuk mencapai target medali emas SEA Games, Andi menjelaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan dana.

"Untuk memenangkan SEA Games, kita harus belajar dari pengalaman selama Piala AFF ini. Mari kita persiapkan tim sepakbola yang hebat, yang dikelola secara profesional. Untuk timnas, guna menghadapi SEA Gamas, kami akan memberi dukungan dana sejumlah Rp 25 miliar, dengan dana APBN," jelas Andi.
( nar / din )
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/30/011200/1535559/76/obati-kegagalan-di-aff-dengan-medali-emas-sea-games


We Still Love You Timnas Indonesia

Rabu, 29 Desember 2010 22:35

Kapanlagi.com - Timnas Indonesia telah berjuang keras untuk meraih hasil terbaik dalam pertandingan Final Piala AFF melawan Malaysia. Meski tidak mampu mengangkat trophy juara, dukungan untuk Timnas Indonesia tetap mengalir dari berbagai pihak, tak terkecuali para selebritis melalui twitter mereka.

KapanLagi.com™ mengumpulkan beberapa ungkapan dukungan yang dikeluarkan oleh para selebritis tersebut, Rabu (29/12) malam:

Afgan Syah Reza: "Tetep bangga sama timnas kita! Mereka udh kasih yg terbaik. Pasti semua ada hikmahnya. Sukses terus buat timnas Indonesia!"

Armand Maulana: "I lv u Timnas permainanmu mlm ini sangat memukau apapun hasilnya sy tetap bangga akan prestasimu..indonesia indonesia indonesi!!!" tulis Armand. Selama pertandingan berlangsung Armand selalu mendukung dengan kata-kata yang sangat positif.

VJ Daniel Mananta: "Tidak peduli ras dan agama.. Malam hari ini semua memakai baju Merah dan Putih.. Kita semua bersatu mendukung tanah air," tulisnya. Daniel sendiri disebut-sebut mirip kiper Malaysia Khairul Fahmi.

Fedi Nuril: "Trima ksh utk perjuangan kerasnya Tim Garuda. Trima ksh tlah memberikan inspirasi utk menjd lebih baik. We Love u guys so much."

Wulan Guritno: "Go Garuda..kita tetep bangga,gak piala AFF ga apa,kita kalah bangga,dan kalian berhasil mempersatukan bangsa hari ini.. We love u Indonesia!"

Adrie Subono: "We love you timnas indonesia.....you are the best !!! #loveindonesia."

Baim: "Anyway anyhowww!!!! Hebattttttt timnas kita!!!! @bepe20 @IrfanBachdim10 @ParisHilton @KimKardashian."

Timnas Indonesia memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 dalam leg kedua Final Piala AFF 2010 ini. Meski begitu mereka tak mampu mengangkat trophy juara. Satu hal yang positif dari Piala AFF ini, sepak bola telah menyatukan masyarakat untuk mendukung Timnas dengan sepenuh hati.
(twi/sjw)
http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/we-still-love-you-timnas.html


Komentar Selebriti Selama Final Piala AFF 2010

Rabu, 29 Desember 2010 20:20

Kapanlagi.com - Beragam Komentar dibuat para selebriti Indonesia ketika menonton pertandingan Final Piala AFF 2010 yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno melalui akun twitter mereka. Inilah beberapa komentar yang berhasil KapanLagi.com™ kumpulkan selama babak pertama berlangsung.

Momen ketika Firman Utina, Kapten Timnas Indonesia gagal mengeksekusi pinalti termasuk salah satu momen yang paling mengundang reaksi.

"Penalllttiiiiii..Ya Allah smoga golll yahhh amin," harap Armand Maulana melalui twitternya sebelum tendangan tersebut dieksekusi @armandmaulana.

Namun harapan itu berubah menjadi sedikit kekecewaan, namun Armand Maulana tampaknya tetap berpikir positif. "Adoooohhhhhh Firmannnnnnn adohhhhh tenang2x msh pjg wktnya ayo Timnas kamu bisaaa," tulisnya lagi melalui twitter @armandmaulana.

Sementara itu artis Sheila Marcia Joseph menulis mau menangis setelah Indonesia gagal mencetak gol melalui pinalti tersebut.

"Mau nangiiiissss :'( ayo indonesia!!" tulis Sheila Marcia melalui twitter @Sheila_M_Joseph.

Ada juga komentar mengenai laser yang tertangkap kamera tengah diarahkan kepada para pemain Malaysia. Laser tersebut mengundang rasa tidak simpati dari Titi Sjuman.

"Supporter Indonesia jgn malu2in deh ya,jgn ikut2tan ikut2tan norak main laser jg!Pls be sportif!," tulis Titi Sjuman.

Sementara itu Momo vokalis dari grup band Geisha merasa penampilan Timnas kali ini kurang maksimal. Ia heran kenapa Timnas tidak segera mencetak gol.

"Ada apa dgn pemain timnas ya? Kok kayak kayak yaa.. Gk ada apa2nya kan Ya???" tulis Momo melalui akun twitter @MoMo_GEISHA. (twi/sjw)
http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/komentar-selebriti-dalam-final-piala-aff-2010.html

Fakta seputar lubang hidung kita



Our noses have left and right nostrils. Are these nostrils having the same function for inhaling (breathe in) and exhaling (breathe out)?
Kita memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan disebelah kanan, apakah fungsinya sama untuk menghirup dan membuang nafas?

Actually it's not the same and we can feel the difference. Accordingly, the right side represents the sun and the left side represents the moon.
Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya; sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan sebelah kiri mewakili bulan ( mengeluarkan dingin).

When having headache, try to close your right nostril and use your left nostril to do breathing for about 5 min. The headache will be gone.
Jika sakit kepala, cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.

If you feel too tired, do it the opposite way. Close your left nostril and breathe through your right nostril. After a while, you will feel refresh again.
Anda merasa lelah, lakukan bolak-balik. Tutup lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan segar kembali.

Because the right side belongs to heat, so it gets hot easily. The left side gets cold easily.
Sebab lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga gampang sekali panas, Lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin..

Women breathe mainly with their left nostril, so they get calm down easily.
Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang sekali dingin.

Men breathe mostly with their right nostril, so they get angry easily.
Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, sehingga gampang sekali marah.

When we wake up, do we notice which nostril breathes faster? Is it the left side or the right side?
Apakah Anda ada memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat ? Sebelah kiri atau kanan ?

If the left nostril breathes faster, you will feel very tired. Close your left nostril and use your right nostril for breathing and you will get refresh quickly.
Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, Anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat.

You can teach your kids about it. The effect of breathing therapy is much better for adults.
Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik diterapkan kepada orang dewasa.

I used to have painful headache. When consulted a doctor, he told me jokingly," You will be all right if you get married!" The doctor did not bullshit me as he had his theory and supported with testimony.
Saya biasanya merasakan sakit kepala, dan rasanya nyeri. Kemudian saya berobat ke dokter dan beliau mengatakan ,"Anda akan sembuh jika berumah tangga!" Dokter itu tidak bicara omong kosong. Apa yang dia sampaikan didukung dengan teori dan kesaksian.

During that time, I used to have headache every night and I was not able to study. I took medicine but I was not cured.
Pada saat itu, setiap malam saya merasakan sakit kepala dan tidak dapat belajar. Saya makan obat, tetapi tidak dapat sembuh..

One night as I sat down to medidate, I closed my right nostril and breathed with my left nostril. In less than a week, it seemed that my headache problem had left me! I continued doing it for about a month and since then there was no recurrence of headache in me.
Pada suatu malam. saya duduk bersemedi dan menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri.. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang , sakit kepala saya tidak kambuh lagi.

This is my own experience. I used to tell others who also suffer headache to try this method as it was effective for me. It also works for those who have tried as well. This is a natural therapy, unlike taking medicines for a long time may have side effect. So, why don't you try it out?
Ini adalah yang saya alami sendiri. Saya beritahukan kepada orang lain, jika sakit kepala, boleh mencoba cara tersebut, sebab sangat efektif buat saya. Banyak orang pun telah mencoba dan berhasil. Ini adalah terapi alami, tidak seperti memakan obat dalam jangka panjang akan ada efek sampingnya. Jadi kenapa Anda tidak mencobanya ?

Practice the correct ways of breathing (breathe in and breathe out) and your body will be in a very relaxing condition.
Selalulah mecoba terapi perrnafasan ini, tubuh Anda akan merasa sangat tenang sekali

Sumber: kaskus.us

Sejarah Kota Bandung

Mengenai asal-usul nama "Bandung", dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata "Bandung" dalam bahasa Sunda, identik dengan kata "banding" dalam Bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabanding (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata bandung berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.

Pendapat lain mengatakan, bahwa kata "bandung" mengandung arti besar atau luas. Kata itu berasal dari kata bandeng. Dalam bahasa Sunda, ngabandeng berarti genangan air yang luas dan tampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Diduga kata bandeng itu kemudian berubah bunyi menjadi Bandung. Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa kata Bandung berasal dari kata bendung.

Pendapat-pendapat tentang asal dan arti kata Bandung, rupanya berkaitan dengan peristiwa terbendungnya aliran Sungai Citarum purba di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang meletus pada masa holosen (± 6000 tahun yang lalu). Akibatnya, daerah antara Padalarang sampai Cicalengka (± 30 kilometer) dan daerah antara Gunung Tangkuban Parahu sampai Soreang (± 50 kilometer) terendam menjadi sebuah danau besar yang kemudian dikenal dengan sebutan Danau Bandung atau Danau Bandung Purba. Berdasarkan hasil penelitian geologi, air Danau Bandung diperkirakan mulai surut pada masa neolitikum (± 8000 - 7000 sebelum Masehi). Proses surutnya air danau itu berlangsung secara bertahap dalam waktu berabad-abad.

Secara historis, kata atau nama Bandung mulai dikenal sejak di daerah bekas danau tersebut berdiri pemerintah Kabupaten bandung (sekitar decade ketiga abad ke-17). Dengan demikian, sebutan Danau Bandung terhadap danau besar itu pun terjadi setelah berdirinya Kabupaten Bandung.

Berdirinya Kabupaten Bandung

Sebelum Kabupaten Bandung berdiri, daerah Bandung dikenal dengan sebutan "Tatar Ukur". Menurut naskah Sadjarah Bandung, sebelum Kabupaten Bandung berdiri, Tatar Ukur adalah termasuk daerah Kerajaan Timbanganten dengan ibukota Tegalluar. Kerajaan itu berada dibawah dominasi Kerajaan Sunda-Pajajaran. Sejak pertengahan abad ke-15, Kerajaan Timbanganten diperintah secara turun temurun oleh Prabu Pandaan Ukur, Dipati Agung, dan Dipati Ukur. Pada masa pemerintahan Dipati Ukur, Tatar Ukur merupakan suatu wilayah yang cukup luas, mencakup sebagian besar wilayah Jawa Barat, terdiri atas sembilan daerah yang disebut "Ukur Sasanga".

Setelah Kerajaan Sunda-Pajajaran runtuh (1579/1580) akibat gerakan Pasukan banten dalam usaha menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat, Tatar Ukur menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Sumedanglarang, penerus Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Sumedanglarang didirikan dan diperintah pertama kali oleh Prabu Geusan Ulun pada (1580-1608), dengan ibukota di Kutamaya, suatu tempat yang terletak sebelah Barat kota Sumedang sekarang. Wilayah kekuasaan kerajaan itu meliputi daerah yang kemudian disebut Priangan, kecuali daerah Galuh (sekarang bernama Ciamis).

Ketika Kerajaan Sumedang Larang diperintah oleh Raden Suriadiwangsa, anak tiri Geusan Ulun dari rtu Harisbaya, Sumedanglarang menjadi daerah kekuasaan Mataram sejak tahun 1620. Sejak itu status Sumedanglarang pun berubah dari kerajaan menjadi kabupaten dengan nama Kabupaten Sumedang. Mataram menjadikan Priangan sebagai daerah pertahanannya di bagian Barat terhadap kemungkinan serangan Pasukan Banten dan atau Kompeni yang berkedudukan di Batavia, karena Mataram di bawah pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) bermusuhan dengan Kompeni dan konflik dengan Kesultanan Banten.

Untuk mengawasi wilayah Priangan, Sultan Agung mengangkat Raden Aria Suradiwangsa menjadi Bupati Wedana (Bupati Kepala) di Priangan (1620-1624), dengan gelar Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata, terkenal dengan sebutan Rangga Gempol I.

Tahun 1624 Sultan agung memerintahkan Rangga Gempol I untuk menaklukkan daerah Sampang (Madura). Karenanya, jabatan Bupati Wedana Priangan diwakilkan kepada adik Rangga Gempol I pangeran Dipati Rangga Gede. Tidak lama setelah Pangeran Dipati Rangga Gede menjabat sebagai Bupati Wedana, Sumedang diserang oleh Pasukan Banten. Karena sebagian Pasukan Sumedang berangkat ke Sampang, Pangeran Dipati Rangga Gede tidak dapat mengatasi serangan tersebut. Akibatnya, ia menerima sanksi politis dari Sultan Agung. Pangeran Dipati Rangga Gede ditahan di Mataram. Jabatan Bupati Wedana Priangan diserahkan kepada

Dipati Ukur, dengan syarat ia harus dapat merebut Batavia dari kekuasaan Kompeni.
Tahun 1628 Sultan Agung memerintahkan Dipati Ukur untuk membantu pasukan Mataram menyerang Kompeni di Batavia. Akan tetapi serangan itu mengalami kegagalan. Dipati Ukur menyadari bahwa sebagai konsekwensi dari kegagalan itu ia akan mendapat hukuman seperti yang diterima oleh Pangeran Dipati Rangga gede, atau hukuman yang lebih berat lagi. Oleh karena itu Dipati Ukur beserta para pengikutnya membangkang terhadap Mataram. Setelah penyerangan terhadap Kompeni gagal, mereka tidak datang ke Mataram melaporkan kegagalan tugasnya. Tindakan Dipati Ukur itu dianggap oleh pihak Mataram sebagai pemberontakan terhadap penguasa Kerajaan Mataram.

Terjadinya pembangkangan Dipati Ukur beserta para pengikutnya dimungkinkan, antara lain karena pihak Mataram sulit untuk mengawasi daerah Priangan secara langsung, akibat jauhnya jarak antara Pusat Kerajaan Mataram dengan daerah Priangan. Secara teoritis, bila daerah tersebut sangat jauh dari pusat kekuasaan, maka kekuasaan pusat di daerah itu sangat lemah. Walaupun demikian, berkat bantuan beberapa Kepala daerah di Priangan, pihak Mataram akhirnya dapat memadamkan pemberontakan Dipati Ukur. Menurut Sejarah Sumedang (babad), Dipati Ukur tertangkap di Gunung Lumbung (daerah Bandung) pada tahun 1632.

Setelah "pemberontakan" Dipati Ukur dianggap berakhir, Sultan Agung menyerahkan kembali jabatan Bupati Wedana Priangan kepada Pangeran Dipati Rangga Gede yang telah bebas dari hukumannya. Selain itu juga dilakukan reorganisasi pemerintahan di Priangan untuk menstabilkan situasi dan kondisi daerah tersebut. Daerah Priangan di luar Sumedang dan Galuh dibagi menjadi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Parakanmuncang dan Kabupaten Sukapura dengan cara mengangkat tiga kepala daerah dari Priangan yang dianggap telah berjasa menumpas pemberontakan Dipati Ukur.

Ketiga orang kepala daerah dimaksud adalah Ki Astamanggala, umbul Cihaurbeuti diangkat menjadi mantri agung (bupati) Bandung dengan gelar Tumenggung Wiraangunangun, Tanubaya sebagai bupati Parakanmuncang dan Ngabehi Wirawangsa menjadi bupati Sukapura dengan gelar Tumenggung Wiradadaha. Ketiga orang itu dilantik secara bersamaan berdasarkan "Piagem Sultan Agung", yang dikeluarkan pada hari Sabtu tanggal 9 Muharam Tahun Alip (penanggalan Jawa). Dengan demikian, tanggal 9 Muharam Taun Alip bukan hanya merupakan hari jadi Kabupagten Bandung tetapi sekaligus sebagai hari jadi Kabupaten Sukapura dan Kabupaten Parakanmuncang.

Berdirinya Kabupaten Bandung, berarti di daerah Bandung terjadi perubahan terutama dalam bidang pemerintahan. Daerah yang semula merupakan bagian (bawahan) dari pemerintah kerajaan (Kerajaan Sunda-Pajararan kemudian Sumedanglarang) dengan status yang tidak jelas, berubah menjadi daerah dengan sttus administrative yang jelas, yaitu kabupaten.

Setelah ketiga bupati tersebut dilantik di pusat pemerintahan Mataram, mereka kembali ke daerah masing-masing. Sadjarah Bandung (naskah) menyebutkan bahwa Bupati Bandung Tumeggung Wiraangunangun beserta pengikutnya dari Mataram kembali ke Tatar Ukur. Pertama kali mereka dating ke Timbanganten. Di sana bupati Bandung mendapatkan 200 cacah. Selanjutnya Tumenanggung Wiraangunangun bersama rakyatnya membangun Krapyak, sebuah tempat yang terletak di tepi Sungat Citarum dekat muara Sungai Cikapundung, (daerah pinggiran Kabupaten Bandung bagian Selatan) sebagai ibukota kabupaten. Sebagai daerah pusat kabupaten Bandung, Krapyak dan daerah sekitarnya disebut Bumi kur Gede.

Wilayah administrative Kabupaten Bandung di bawah pengaruh Mataram (hingga akhir abad ke-17), belum diketahui secara pasti, karena sumber akurat yang memuat data tentang hal itu tidak/belum ditemukan. Menurut sumber pribumi, data tahap awal Kabupaten Bandung meliputi beberapa daerah antara lain Tatar Ukur, termasuk daerah Timbanganten, Kuripan, Sagaraherang, dan sebagian Tanahmedang.

Boleh jadi, daerah Priangan di luar Wilayah Kabupaten Sumedang, Parakanmuncang, Sukapura dan Galuh, yang semula merupakan wilayah Tatar Ukur (Ukur Sasanga) pada masa pemerintahan Dipati Ukur, merupakan wilayah administrative Kabupaten Bandung waktu itu. Bila dugaan ini benar, maka Kabupaten Bandung dengan ibukota Krapyak, wilayahnya mencakup daerah Timbanganten, Gandasoli, Adiarsa, Cabangbungin, Banjaran, Cipeujeuh, Majalaya, Cisondari, Rongga, Kopo, Ujungberung dan lain-lain, termasuk daerah Kuripan, Sagaraherang dan Tanahmedang.

Kabupaten Bandung sebagai salah satu Kabupaten yang dibentuk Pemerintah Kerajaan Mataram, dan berada di bawah pengaruh penguasa kerajaan tersebut, maka sistem pemerintahan Kabupaten Bandung memiliki sistem pemerintahan Mataram. Bupati memiliki berbagai jenis symbol kebesaran, pengawal khusus dan prajurit bersenjata. Simbol dan atribut itu menambah besar dan kuatnya kekuasaan serta pengaruh Bupti atas rakyatnya.

Besarnya kekuasaan dan pengaruh bupati, antara lain ditunjukkan oleh pemilikan hak-hak istimewa yang biasa dmiliki oleh raja. Hak-hak dimaksud adalah hak mewariskan jabatan, ha memungut pajak dalam bentuk uang dan barang, ha memperoleh tenaga kerja (ngawula), hak berburu dan menangkap ikan dan hak mengadili.

Dengan sangat terbatasnya pengawasan langsung dari penguasa Mataram, maka tidaklah heran apabila waktu itu Bupati Bandung khususnya dan Bupati Priangan umumnya berkuasa seperti raja. Ia berkuasa penuh atas rakyat dan daerahnya. Sistem pemerinatahn dan gaya hidup bupati merupakan miniatur dari kehidupan keraton. Dalam menjalankan tugasnya, bupati dibantu oleh pejabat-pejabat bawahannya, seperti patih, jaksa, penghulu, demang atau kepala cutak (kepala distrik), camat (pembantu kepala distrik), patinggi (lurah atau kepala desa) dan lain-lain.

Kabupaten Bandung berada dibawah pengaruh Mataram sampai akhir tahun 1677. Kemudian Kabupaten Bandung jatuh ketangan Kompeni. Hal itu terjadi akibat perjanjian Mataram-Kompeni (perjanjian pertama) tanggal 19-20 Oktober 1677. Di bawah kekuasaan Kompeni (1677-1799), Bupati Bandung dan Bupati lainnya di Priangan tetap berkedudukan sebagai penguasa tertinggi di kabupaten, tanpa ikatan birokrasi dengan Kompeni.

Sistem pemerintahan kabupaten pada dasarnya tidak mengalami perubahan, karena Kompeni hanya menuntut agar bupati mengakui kekuasaan Kompeni, dengan jaminan menjual hasil-hasil bumi tertentu kepada VOC. Dalam hal ini bupati tidak boleh mengadakan hubungan politik dan dagang dengan pihak lain. Satu hal yang berubah adalah jabatan bupati wedana dihilangkan. Sebagai gantinya, Kompeni mengangkat Pangeran Aria Cirebon sebagai pengawas (opzigter) daerah Cirebon-Priangan (Cheribonsche Preangerlandan).

Salah satu kewajiban utama bupati terhadap kompeni adalah melaksanakan penanaman wajib tanaman tertentu, terutama kopi, dan menyerahkan hasilnya. Sistem penanaman wajib itu disebut Preangerstelsel. Sementara itu bupati wajib memelihara keamanan dan ketertiban daerah kekuasaannya. Bupati juga tidak boleh mengangkat atau memecat pegawai bawahan bupati tanpa pertimbangan Bupati Kompeni atau penguasa Kompeni di Cirebon. Agar bupati dapat melaksanakan kewajiban yang disebut terakhir dengan baik, pengaruh bupati dalam bidang keagamaan, termasuk penghasilan dari bidang itu, seperti bagian zakar fitrah, tidak diganggu baik bupati maupun rakyat (petani) mendapat bayaran atas penyerahan kopi yang besarnya ditentukan oleh Kompeni.

Hingga berakhirnya kekuasaan Kompeni-VOC akhir tahun 1779, Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak. Selama itu Kabupaten Bandung diperintah secara turun temurun oleh enam orang bupati. Tumenggung Wiraangunangun (merupakan bupati pertama) ankatan Mataram yang memerintah sampai tahun 1681. Lima bupati lainnya adalah bupati angkatan Kompeni yakni Tumenggung Ardikusumah yang memerintah tahun 1681-1704, Tumenggung Anggadireja I (1704-1747), Tumenggung Anggadireja II (1747-1763), R. Anggadireja III dengan gelar R.A. Wiranatakusumah I (1763-1794) dan R.A. Wiranatakusumah II yang memerintah dari tahun 1794 hingga tahun 1829. Pada masa pemerintahan bupati R.A. Wiranatakusumah II, ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak ke Kota Bandung.

Berdirinya Kota Bandung

Ketika Kabupaten Bandung dipimpin oleh Bupati RA Wiranatakusumah II, kekuasaan Kompeni di Nusantara berakhir akibat VOC bangkrut (Desember 1799). Kekuasaan di Nusantara selanjutnya diambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Gubernur Jenderal pertama Herman Willem Daendels (1808-1811).

Sejalan dengan perubahan kekuasaan di Hindia Belanda, situasi dan kondisi Kabupaten Bandung mengalami perubahan. Perubahan yang pertama kali terjadi adalah pemindahan ibukota kabupaten dari Krapyak di bagian Selatan daerah Bandung ke Kota Bandung yang ter;etak di bagian tengah wilayah kabupaten tersebut.

Antara Januari 1800 sampai akhir Desember 1807 di Nusantara umumnya dan di Pulau Jawa khususnya, terjadi vakum kekuasaan asing (penjajah), karena walaupun Gubernur Jenderal Kompeni masih ada, tetapi ia sudah tidak memiliki kekuasaan. Bagi para bupati, selama vakum kekuasaan itu berarti hilangnya beban berupa kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi bagi kepentingan penguasa asing (penjajah). Dengan demikian, mereka dapat mencurahkan perhatian bagi kepentingan pemerintahan daerah masing-masing. Hal ini kiranya terjadi pula di Kabupaten Bandung.

Menurut naskah Sadjarah Bandung, pada tahun 1809 Bupati Bandung Wiranatakusumah II beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Karapyak ke daerah sebelah Utara dari lahan bakal ibukota. Pada waktu itu lahan bakal Kota Bandung masih berupa hutan, tetapi di sebelah utaranya sudah ada pemukiman, yaitu Kampung Cikapundung Kolot, Kampung Cikalintu, dan Kampung Bogor. Menurut naskah tersebut, Bupati R.A. Wiranatakusumah II pindah ke Kota Bandung setelah ia menetap di tempat tinggal sementara selama dua setengah tahun.

Semula bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti) kemudian ia pindah Balubur Hilir. Ketika Deandels meresmikan pembangunan jembatan Cikapundung (jembatan di Jl. Asia Afrika dekat Gedung PLN sekarang), Bupati Bandung berada disana. Deandels bersama Bupati melewati jembatan itu kemudian mereka berjalan ke arah timur sampai disuatu tempat (depan Kantor Dinas PU Jl. Asia Afrika sekarang). Di tempat itu deandels menancapkan tongkat seraya berkata: "Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!" (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!". Rupanya Deandels menghendaki pusat kota Bandung dibangun di tempat itu.

Sebagai tindak lanjut dari ucapannya itu, Deandels meminta Bupati Bandung dan Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten masing-masing ke dekat Jalan Raya Pos. Permintaan Deandels itu disampaikan melalui surat tertanggal 25 Mei 1810. Pindahnya Kabupaten Bandung ke Kota Bandung bersamaan dengan pengangkatan Raden Suria menjadi Patih Parakanmuncang. Kedua momentum tersebut dikukuhkan dengan besluit (surat keputusan) tanggal 25 September 1810. Tanggal ini juga merupakan tanggal Surat Keputusan (besluit), maka secara yuridis formal (dejure) ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bandung.

Boleh jadi bupati mulai berkedudukan di Kota Bandung setelah di sana terlebih dahulu berdiri bangunan pendopo kabupaten. Dapat dipastikan pendopo kabupaten merupakan bangunan pertama yang dibangun untuk pusat kegiatan pemerintahan Kabupaten Bandung.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, pembangunan Kota Bandung sepenuhnya dilakukan oleh sejumlah rakyat Bandung dibawah pimpinan Bupati R.A. Wiranatakusumah II. Oleh karena itu, dapatlah dikatakan bahwa bupati R.A. Wiranatakusumah II adalah pendiri (the founding father) kota Bandung.

Berkembangnya Kota Bandung dan letaknya yang strategis yang berada di bagian tengah Priangan, telah mendorong timbulnya gagasan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1856 untuk memindahkan Ibukota Keresiden priangan dari Cianjur ke Bandung. Gagasan tersebut karena berbagai hal baru direalisasikan pada tahun 1864. Berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal tanggal 7 Agustus 1864 No.18, Kota Bandung ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Keresidenan Priangan. Dengan demikian, sejak saat itu Kota Bandung memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai Ibukota Kabupaten Bandung sekaligus sebagai ibukota Keresidenan Priangan. Pada waktu itu yang menjadi Bupati Bandung adalah R.A. Wiranatakusumah IV (1846-1874).

Sejalan dengan perkembangan fungsinya, di Kota Bandung dibangun gedung keresidenan di daerah Cicendo (sekarang menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat) dan sebuah hotel pemerintah. Gedung keresidenan selesai dibangun tahun 1867.

Perkembangan Kota Bandung terjadi setelah beroperasi transportasi kereta api dari dan ke kota Bandung sejak tahun 1884. Karena Kota Bandung berfungsi sebagai pusat kegiatan transportasi kereta api "Lin Barat", maka telah mendorong berkembangnya kehidupan di Kota Bandung dengan meningkatnya penduduk dari tahun ke tahun.

Di penghujung abad ke-19, penduduk golongan Eropa jumlahnya sudah mencapai ribuan orang dan menuntut adanya lembaga otonom yang dapat mengurus kepentingan mereka. Sementara itu pemerintah pusat menyadari kegagalan pelaksanaan sistem pemerintahan sentralistis berikut dampaknya. Karenanya, pemerintah sampai pada kebijakan untuk mengganti sistem pemerintahan dengan sistem desentralisasi, bukan hanya desentralisasi dalam bidang keuangan, tetapi juga desentralisasi dalam pemberian hak otonomi bidang pemerintahan (zelfbestuur).

Dalam hal ini, pemerintah Kabupaten Bandung di bawah pimpinan Bupati RAA Martanagara (1893-1918) menyambut baik gagasan pemerintah kolonial tersebut. Berlangsungnya pemerintahan otonomi di Kota Bandung, berarti pemerintah kabupaten mendapat dana budget khusus dari pemerintah kolonial yang sebelumnya tidak pernah ada.

Berdasarkan Undang-undang Desentralisasi (Decentralisatiewet) yang dikeluarkan tahun 1903 dan Surat Keputusan tentang desentralisasi (Decentralisasi Besluit) serta Ordonansi Dewan Lokal (Locale Raden Ordonantie) sejak tanggal 1 April 1906 ditetapkan sebagai gemeente (kotapraja) yang berpemerintahan otonomom. Ketetapan itu semakin memperkuat fungsi Kota Bandung sebagai pusat pemerintahan, terutama pemerintahan Kolonial Belanda di Kota Bandung. Semula Gemeente Bandung. Dipimpin oleh Asisten Residen priangan selaku Ketua Dewan Kota (Gemeenteraad), tetapi sejak tahun 1913 gemeente dipimpin oleh burgemeester (walikota).

Oleh: A. Sobana Hardjasaputra


Sumber : http://bandung.blogspot.com/2008/05/sejarah-bandung.html

Wednesday, September 1, 2010

Ngaduk Dodol

Ane mau cerite nih...

Dulu waktu pengen deket-deket lebaran kayak gini, orang Betawi biasanye pade ribut-ribut mao pade patungan bikin dodol. Mpok Mine kagak mau ketinggalan ikutan arisan dodol bareng tetangga. Pade suatu ari, Mpok Mine lagi nyapu pelataran rumah, kebetulan liwat Bang Jali tetangganye dan masih satu famili jauh dengan lakinye si Mpok Mine.

Bang Jali : “Waduh Mpok rajin amat pagi-pagi udah nyapu ?”

Mpok Mine : “Eh Bang Jali, Iye nih Bang biase. Biar sedep kalo diliatnye. Kagak bala’”

Bang Jali : “Si Abang kemane ? Ude berangkat dines ?”

Mpok Mine: “Iye Bang, maklum dah. Namanye juga orang kuli”

Bang Jali : “Iye juga, mendingan Abang Lu daripade Bang Jali nyak kagak ketauan juntrungannye begini.”

Mpok Mine: “ Lah, kalo’ Bang Jali mah, kagak use kerja juga kagak kenape-nape. Orang punya puun duit”

Bang Jali : “Bise aje si Mpok”

Mpok Mine: “Gimane nih Bang, lebaran jadi kagak ?”

Bang Jali : “Yahh… Kagak liwat kampung kite kali Mpok ?”

Mpok Mine : “Emangnye Abang kagak ngaduk dodol ape ?”

Bang Jali : “Yaahh.. Abang kagak ngarti dah ama Mpok lu Saodah”

Mpok Mine : “Emangnye Mpok Saodah kenape ?”

Bang Jali : “Iye, Mpok lu disuruh ngaduk dodol kayak orang-orang, kagak mao… coba ituh!”

Mpopk Mine : “Lahh… kenape pake kagak mao sih ???”

Bang Jali : “Itu die. Padahal Mah… kelapa kagak pake beli, gula kagak pake beli, beras kagak beli. Lahh… pake nggak mao ngaduk…”

Mpok Mine : “Wahh… Aye heran sama Mpok Saodah. Padahal semua bahan-bahan udah ade ya Bang …”

Bang Jali : “Itu dienye Mpok ! Makennye Saodah kagak mao ngaduk dodol”

Mpok Mine : “Maksutnye bang Jali ???”

Bang Jali : “Yaahhh… emang semuanye belom pade beli….”

Mpok Mine : “Udah ade gituhh…”

Bang Jali : “Yahh… si Mpok. Gimane mao ade sih… Orang aye kagak pake Beli !!!”

Mpok Mine : “@$@%^$%@$%$@”

Monday, August 23, 2010

Insentif !

Jakarta, 24 Agustus 2010

Akhirnya cair juga insentif. Setelah menunggu beberapa lama dalam ketidakpastian. Seperti pungguk merindukan bulan. Masih lumayan kalau bulannya lagi terang. Bulannya juga keseringan tertutup awan. Alias Nggak jelas.

Kebijakan yang malu-malu dan setengah hati. Seperti yang nggak niat. Semuanya serba ketakutan dan akhirnya jalan di tempat. Memegang teguh komitmen memang susah, tetapi ya, sudah susah megangnya jangan ditambahin lagi bebannya. Ibarat orang yang sedang memegang air dalam baki tapi harus lewat jalan tanah yang licin. Kalau terjatuh bukannya ditolong tetapi malah diketawain. Aneh.

Maunya, kalau sudah berkomitmen harus dipegang teguh dan diperjuangkan. Termasuk segala yang menyangkut dengan komitmen tersebut. Nggak ada orang yang menikah sama wanita cantik, tetapi ternyata ketika tidur ngorok. Eh... Si Suami protes ke orang tua wanita. Anaknya mau ngoroknya Nggak mau.

Jadi kalau sudah nikah ya harus terima semuanya. Sampe jerohannya sekalian. Kalau sudah pegang komitmen harus berani bertanggung jawab. Jangan bikin malu. Masih belom ngerti juga ? Ikut program 'kejar paket' aja dulu dah...