Monday, February 22, 2010

MULAI BOTAK

Sesuatu yang ditakutkan laki-laki adalah menjadi tua dan botak. Ini pernah saya baca di salah satu majalah kebugaran. Dengan bertambahnya usia memang wajar apabila akhirnya akan mengalami hal tersebut. Sudah sunatullah atau hukum alam. Katanya orang kalau sudah mendekati masa tua akan kembali ke masa kanak-kanak lagi. Baik secara psikis maupun secara fisik atau disebut proses degeneratif. Waktu lahir rambutnya masih sedikit bahkan ada yang botak atau tipis. Nah ketika bertambah tua rambut kita juga semakin menipis. Sudahlah kalau begitu.

Tapi yang namanya juga manusia pasti punya perasaan takut. Sebenarnya sih takut jadi malu kalau rambutnya mengalami kebotakan. Makanya saya sempat kepikiran juga mengalami hal ini. Istri saya malah senyum-senyum saja mendengar keluhan ini. "Sudahlah, memang sudah tua" begitu katanya. Ketika saya protes lagi dengan mengatakan kalau botak jadi nggak pe de. Dia kembali mengatakan, "buat apa sih, istri sudah punya, anak sudah ada. Trus, kenapa?" katanya masih senyum-senyum bikin saya tambah keki. Bukan masalah ada istri dan ada anak, kalo botak kan jadi aneh kelihatannya. Entah kenapa memang saya juga sudah curiga karena setiap mandi saya melihat banyak rambut saya berguguran. Padahal kulit kepala saya jarang berketombe. Menurut istriku, masalah kerontokkan rambut suaminya, yang katanya paling ngganteng, bukan masalah ketombe. Kerontokkan rambut yang saya alami lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Memang, dari garis Ibuku semuanya berambut ikal (atau sedikit ikal). Nah rata-rata semuanya mengalami hal yang sama. Sementara kalau dari Ayah yang berambut lurus tidak ada masalah dengan kebotakan. Ayah sendiri sampai usia 70 tahun saat ini masih belum botak dan tidak terlalu banyak uban. Kebalikan sekali dengan keluarga Ibuku, terutama yang laki-laki. Mau bagaimana lagi kalau sudah cetakannya begini. Pasrah aja deh, minimal masih bisa ditutupi pake ’jambul ajaib’. Hehe...

No comments:

National Geographic POD