Sunday, February 8, 2009

KUNJUNGAN KE JONGGOL

Sabtu, 06-02-2009

Kemarin pergi ke Jonggol sama temen-temen untuk melihat lokasi tanah yang akan ditanami sengon. Ternyata ada lokasi baru yang mau dipasarkan lagi seluas 25 hektar dengan harga Rp. 7.000 /m2. Harga sudah termasuk akta jual beli notaris. Melihat lokasi yang baru ternyata cukup menarik juga nih. Disamping lebih dekat dengan jalan raya, jarak ke jalan raya 2 km, sedangkan tanah kami sebelumnya berjarak 4 km, tanah tersebut sebagian sudah ditanami sengon oleh Pak Haji. Wah, jadi makelar lagi nih...!

Hujan rintik-rintik tidak menghalangi perjalanan kami yang medannya cukup berat. Tanah yang becek dan jalan yang berbatu membuat mobil Pak Haji, Suzuki Jimny, diuji ketahanannya. Bener-bener Offroader sejati nih Pak Haji. Sementara perut dan badan kami sudah kenceng menahan goyangan mobil. Pak Haji tenang-tenang saja.

Setahun yang lalu rute ini kami tempuh dengan motor. Lumayan juga sih, sampai teman kami cedera tangannya karena keseleo akibat terpeleset di lumpur.

Perjalanan ke Jonggol nggak asyik kalau tidak mencicipi ayam bakar dan belut goreng lengkap dengan sambel dan lalapan. Ayamnya asli ayam kampung yang kalau digigit dagingnya 'ngelawan'. Sambelnya dadakan di lengkapi dengan lalapan dan pete bakar. Apalagi belutnnya..... Wuiiiihhhh....... Maknyusssss........

Di lokasi tanah kami sudah dibangun peternakan kambing dan tanaman sengon serta pohon pala. Lokasi tanah tersebut bersebelahan dengan tanah kami. Luas tanah yang diusahakan tersebut seluas 60 hektar. Ternyata kalau sudah dibersihin lokasi ini cukup menarik terutama view perbukitan di sekitarnya.

Foto-foto lokasi tanah di Kecamatan Jonggol

Lokasi 25 hektar yang dipasarkan :



Foto di depan jalan masuk :




Lokasi tanah kami sekarang :



Lokasi lain yang juga dipasarkan, sudah aad rumah Pak Haji :



Lihat pemandangan dari atas bukit :

3 comments:

Herdoni Wahyono said...

Menarik sekali kisahnya. Saya salut dengan Anda. Bumi menjadi hijau dan indah. Sejuk dan menarik !

Bond said...

Mudah-mudahan niat menanam pohon kayu sengon bisa berjalan lancar.
Biar lahan yang kritis di sana bisa menjadi hijau.
Yahh... hitung-hitung nyumbang oksigen untuk bumi.

Victo said...

Salam kenal,

Kebetulan saya baru saja membaca posting perjalanan bapak ke daerah jonggol...dan kebetulan juga saya sedang berencana mencari tanah di sekitar jonggol juga....

Yang mau saya tanyakan adalah, berapa kira2x ketinggian tanah di daerah itu ya pak?

Terima kasih,

Victo

National Geographic POD