Monday, June 16, 2008

BUKU


Seingat saya dulu, kegemaran saya membaca buku sudah ada sejak saya mulai bisa membaca.

Buku pelajaran sekolah sudah habis saya baca sampai selesai, sementara teman-teman yang lain menunggu Ibu Guru membacakannya atau memberikan materi pelajarannya.

Yang saya ingat, saya hapal buku-buku evaluasi soal jawab SD yang terdiri dari beberapa jilid, kemudian buku Himpunan Pengetahuan Umum (HPU) dan Himpunan Pengetahuan Alam (HPA). Sebabnya adalah karena di sekolah setiap pulang guru selalu memberi soal tanya jawab. Siswa yang bisa menjawab dibolehkan pulang. Kemudian musim lomba cerdas cermat, nah hal inilah yang membuat saya senang membaca.

Waktu saya kecil, di rumah saya banyak buku-buku Agama. Kebetulan Ayah juga senang membaca. Jadi kadangkala saya ikut-ikutan membaca buku yang dibaca Ayah. Kelas 3 SD saya di bawakan buku yang sulit sekali membacanya. Nggak ngerti, tapi saya baca juga sampai selesai. Judulnya yang saya ingat; Siapa menabur angin akan menuai badai.

Kadang-kadang untuk membaca buku kami harus menyewa di rumah teman yang buka perpustakaan umum. Pernah juga curi-curi membaca di toko buku Gramedia, bukunya banyak dan bagus-bagus. Waktu itu, kami belum mengerti mengapa kalau membaca buku disana sambil duduk-duduk selalu diusir oleh pelayan tokonya. Oh rupanya buku itu buat dijual, kalau dibacain sama anak kecil seperti kami nanti akan rusak dan tidak laku lagi ceritanya. Buku yang biasa kami baca adalah komik Asterix, Tintin, Lima Sekawan. Tapi harganya sangat mahal bagi kami waktu itu. Padahal kenapa sih, Toko Buku Gramedia tidak membuka taman bacaan gratis buat anak-anak seperti kami waktu itu. Jangankan buat beli buku, jajan saja nggak banyak.

Benar kan? coba deh usulin sama bos-nya Gramedia untuk membuat lokasi khusus di toko bukunya bagi anak-anak yang memiliki kegemaran membaca. Yah, dari setiap judul buku yang dijual di sana, sumbangkan beberapa buku untuk dibaca secara umum. Kan bisa sharing tuh, toko buku sumbang 1 (satu) buku kemudian penerbit sumbang 1 (satu) buku. Bayangkan berapa banyak buku yang bisa dibaca anak-anak kurang mampu dengan gratis.

Padahal ya, sekarang ketika dewasa, Saya bisa mengeluarkan dana yang banyak sekali buat hunting buku untuk koleksi. Salah satunya ya, belanja di Gramedia itu. Yang dulu suka ngusir saya kalau lagi baca bukunya.

Coba usulan saya ada yang denger (entah Gramedia, Gunung Agung, Kharisma). Mungkin anak-anak kurang mampu banyak yang menjadi pintar dan punya cita-cita yang tinggi setelah baca buku gratisan dari toko buku. Nantinya setelah dewasa dan punya uang pasti anak itu akan memborong buku-buku yang dulu ingin dibacanya ketika kecil tapi diusir oleh pelayan toko. Ya.. seperti saya kali ya buku yang dulu saya nggak bisa beli ketika kecil saya koleksi lengkap. Cita-cita saya pingin bikin rumah baca, dimana anak-anak kecil sibuk bolak-balik halaman buku dengan tenang. Sementara badannya masaih disini tetapi fikirannya sedang menjelajah di galaksi lain, menembus hutan hujan di pedalaman Brazil, atau sedang memikirkan untuk membuat kendaraan yang menggunakan bahan bakan air. Mudah-mudahan ya....

No comments: