Monday, August 24, 2009

Bunaken

Subhanallah .....

Betapa agung alam ciptaan Yang Maha Kuasa. Sehari, hanya sehari kami menikmati pesona laut Bunaken. Indahnya pulau Manado Tua, Indahnya pemandangan bawah laut pantai Bunaken. Tak terbayangkan sebelumnya dapat menikmati cantiknya ikan dan terumbu karang dalam habitat aslinya.
Perjalanan kami ke Bunaken merupakan sebuah perjalanan dimana kami dihadapkan dengan betapa kayanya negara ini. Betapa indah dan mempesonanya alam ciptaan Tuhan. Penduduknya yang ramah dan damai, bahkan menurut penjelasan teman kami yang bertugas disana, penduduk setempat sangat santai. Menikmati hidup dan kehidupan. Jauh dari hingar bingar permasalahan di Ibukota. Jangan sampai kedamaian mereka dirusak oleh hasutan orang-orang jahat. Tetaplah kedamaian ada di Manado dan Bunaken.











Perjalanan Laut

Hari Kamis, 20 Agustus 2009, kami berangkat dari hotel tempat kemai menginap menuju Marina. Sebuah dermaga kecil khusus wisata yang berada di pinggiran kota Manado. Hanya beberapa menit sampailah kami ke tempat perahu boat sewaan bersandar. Kemacetan beberapa hari sebelumnya karena ada hajat besar, Sail Bunaken 2009, sudah mereda. Masyarakat kembali ke rutinitas semula. Sungguh sebuah kota kecil yang ramah.
Dengan menggunakan kapal boat khusus kami menikmati pesona alam dan pemandangan bawah laut yang indah. Matahari pagi hangat dan bersahabat, udara pun terlihat cerah. Tidak ada gelombang besar seperti beberapa minggu sebelumnya.
Perjalanan menuju ke pulau Bunaken sendiri hanya memakan waktu setengah jam saja. Mendekati pulau, sebuah cermin di lantai dasar boat diturunkan. Beberapa saat kemudian terlihatlah panorama alam bawah laut yang menakjubkan. Menurut informasi teman yang aktif di klub menyelam, panorama ini masih kalah dengan taman laut Raja Ampat di pulau Papua. Tapi bagi kami, ini sudah lebih dari cukup, malah sangat menarik.


Pulau Kecil Bunaken

Mungkin ukurannya hanya beberapa hektar saja. Pantai yang landainya pun tidak sepanjang Anyer atau pantai di Jawa. Tapi terlihat sudah ada upaya dari Pemda Sulut untuk merenovasi fasilitas di sana agar menarik bagi wisatawan. Beberapa cottage terlihat sedang direnovasi. Para pedagang yang menjual berbagai souveir terlihat ramai. Kios-kios mereka terlihat ditata sedemikian rupa. Diantara kios-kios yang menjajakan souvenir dan makanan dibuat jalan agar memudahkan wisatawan berlalu lalang. Sederhana dan masih belum rapih. Tampak sebuah plang yang memberikan informasi bahwa proyek tujuan wisata itu baru saja selesai dibangun dengan biaya beberapa ratus juta rupiah. Walaupun begitu dengan semangat Pemda Sulut untuk membangun daerahnya agar menjadi tujuan wisata patut dipuji. Bunaken merupakan taman laut sekaligus cagar alam bagi ribuan spesies ikan dan terumbu karang. Bahkan pemerintah pusatpun sedang mengusulkan agar Taman Laut Bunaken menjadi sebuah aset wisata alam yang dilindungi dan diakui oleh dunia. Semoga niat ini terlaksana dan mendapat sambutan. Masyarakatnya pun mulai membentuk wadah atau kelompok yang bertujuan ikut mensukseskan misi tersebut. Bunaken akan menjadi tujuan wisata tahun 2010.


Diving dan Snorkling

Selain pemandangan lautnya, wisata alam Taman Laut Bunaken juga menyediakan fasilitas wisata Diving dan Snorkling. Sayangnya saat itu kami tidak bisa diving karena padatnya jadwal instruktur yang membimbing kami. Sehingga niat untuk diving digantikan dengan snorkling. Memang untuk kegiatan diving tidak boleh dilakukan sembarangan. Minimal kami harus memiliki lisensi menyelam dari klub-klub menyelam yang ada di sana. Kecuali untuk penyelam intro, kelas pemula yang nantinya akan didampingi oleh instruktur. Tak apalah, mungkin lain waktu kami bisa menyelami Bunaken.

Snorkling lebih mudah dan aman. Dibeberapa tempat tampak persewaan peralatan snorkling yang bisa sewaktu-waktu disewa. Mulai dari baju khusus, sepatu katak, peralatan snorkling hingga Biskuat. Tadinya saya sempat bertanya untuk apa ada Biskuat di tempat persewaan alat selam. Setelah diberitahu akhirnya kami jadi tersenyum, rupanya Biskuat tersebut dijual untuk atraksi memberi makan ikan. Repot juga nih, ternyata ikan laut harus merubah pola makannya dengan menu baru Biskuat.
Setelah diberikan sedikit pengarahan mengenai cara kerja alat-alat dan teknik dasar snorkling, akhirnya kami terjun ke laut. Hanya beberapa menit kami membiasakan diri, setelah itu barulah terasa asyiknya ber-snorkling.


Berpisah dengan Bunaken


Masih penasaran, belum cukup rasanya kami bermain-main dengan ikan-ikan disana. Tapi bagaimana lagi, teman kami yang lain sore hari itu harus kembali ke Jakarta. Setelah menikmati santapan ikan dan tumis kangkung (saya heran disetiap acara makan, selalu ada menu tumis kangkung di sini) akhirnya kami kembali ke hotel.
Rupanya yang sedikit tapi dapat memberikan pengalaman yang menarik. Fresh, benar-benar fresh perjalanan kali ini. Kami sangat berterima kasih dengan keramahan teman-teman di sana. Sukses untuk kalian, sampai bertemu kembali di Jakarta.

No comments:

National Geographic POD